Cat Rambut, Ponsel Hingga Deodoran Bisa Picu Kanker, Mitos atau Fakta?

6 Mitos Benda Sepele yang Dianggap Bisa Picu Kanker, Deodoran Bisa Sebabkan Kanker Payudara?

Editor: Fitriadi
rd.com
Penggunaan Deodoran 1 

Faktanya, pemanis buatan tersebut sama sekali bukan menjadi pemicu kanker.

Jika kamu masih merasa ragu, ada baiknya untuk mengonsumsi pemanis alami yang tercantum sertifikat BPOM di logo kemasannya.

4. Penggunaan handphone bisa sebabkan kanker

Ilustrasi Handphone
Ilustrasi Handphone (huaweistatic.com)

Banyak orang yang percaya jika menggunakan handphone dalam frekuensi yang sangat sering bisa menyebabkan kanker.

Namun, hingga kini belum ditemukan bukti yang cukup jika gelombang elektromagnetik yang memancarkan frekuensi radio dapat menyebabkan kanker.

Faktanya, frekuensi rendah yang diproduksi handphone tidak menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker.

Namun, yang berbahaya adalah penggunaan handphone secara berlebihan bisa menganggu pengelihatan.

Terlalu lama memandang layar handphone dalam pencahayaan yang gelap dan postur tubuh yang tidak tetap, justru bisa menyebabkan kerusakan pada syaraf mata, otak dan persendian.

5. Mewarnai rambut bisa meningkatkan risiko kanker

rambut yang diwarnai
rambut yang diwarnai (ytimg.com)

Mitos selanjutnya ini masih membutuhkan penelitian yang lebih lanjut yaitu mewarnai rambut bisa menyebabkan kanker.

Risiko kanker yang diakibatkan karena sering gonat-ganti warna rambut tidak akan terjadi pada orang yang mewarnai hanya sekali seumur hidupnya.

Faktanya, ada beberapa penelitian yang menyebutkan jika penata rambut yang sering terpapar bahan kimia dalam pewarna rambut justru memiliki risiko terkena kanker kandung kemih.

6. Deodoran bisa sebabkan kanker payudara

ILUSTRASI gunakan deodoran
ILUSTRASI gunakan deodoran (eyecandypopper.com)

Deodoran seringkali dicap sebagai pemicu kanker payudara dan dianggap berbahaya karena mengandung bahan seperti paraben atau alumunium.

Bahan-bahan tersebut dapat membahayakan jika ketiak ada goresan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved