Peserta Tes Sekolah Kedinasan Bawa Jimat, Begini Kata BKN
BKN melalui laman Twitter @BKNgoid memposting sejumlah barang yang diduga jimat dibawa oleh para peserta tes
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO -- Sejumlah peserta tes sekolah kedinasan terciduk membawa jimat saat mengikuti tes. Pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) berharap kelakuan seperti itu tidak dituru.
BKN melalui laman Twitter @BKNgoid memposting sejumlah barang yang diduga jimat dibawa oleh para peserta tes yang diselenggarakan pada 15-18 Mei 2019 di Tilok API Madiun.
"#SobatBKN, pada pelaksanaan SKD #SekDin2019 STTD yang diselenggarakan tgl 15-18 Mei 2019, ditemukan jimat yang dibawa oleh beberapa peserta di tilok API Madiun. Jangan ditiru ya #SobatBKN percayalah pada dirimu sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa #ReformasiBirokrasiBKN," demikian cuit @BKNgoid.
Bagi para pelamar sekolah kedinasan, kalian jangan tidak percaya diri hingga menggunakan jimat saat tes.
Karena sebenarnya panita pelaksana rekrutmen sekolah kedinasan secara terbuka memberikan kisi-kisi soal dan tahapan tes yang harus dilalui para pelamar.
Setelah melalui proses administrasi, para pelamar harus mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang meliputi Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang sesuai dengan ketentuan Peraturan yang berlaku.
Berkaca pada pengumuman tahun lalu, para calon siswa yang mendaftar akan mengikuti tes.
Tes sendiri meliputi tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum dan tes karakteristik pribadi.
Tes Wawasan Kebangsaan adalah seleksi untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi: Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar).
Tes Intelegensi Umum adalah seleksi untuk menilai kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis, kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka, kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.
Tes Karakteristik Pribadi adalah seleksi untuk menilai integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.
Tes Fisik IPDN
Dalam surat pengumuman Nomor : 810/607/IPDN yang diterbitkan Kementerian Dalam Negeri dijelaskan bahwa terdapat 4 tahapan yang harus dilalui pelamar sebelum menjadi seorang praja IPDN.
Pada tahap pertama, para peserta yang sudah melakukan pendaftaran dan dinyatakan lolos verifikasi akan melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan sistem Computer Asissted Tes (CAT).
Tahap kedua para pelamar akan menjalani tes kesehatan daerah. Setelah itu pada tahap ketiga pelamar akan melaksanakan tes psikologi, integritas, dan kejujuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/jimat-tes-sekolah-kedinasan.jpg)