5 Tanda Pernikahan Tanpa Cinta, di Antaranya Ada Gejala Fisik yang Dapat Dilihat

Ketiadaan rasa cinta menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pernikahan tidak bahagia. Sayangnya ketiadaan rasa cinta itu justru tidak disadari.

dream.co.id
Ilustrasi 

Alih-alih saling menyayangi dan mengagumi, Anda dan pasangan malah saling hina. Pernah merasa demikian?

Tentu semua orang tahu bahwa tidak etis berperilaku dengan cara menyakitkan dan kejam terhadap pasangan dan juga seharusnya tidak diperlakukan seperti itu.

Jika Anda mau mengatasi akar dari rasa menjijikkan ini, ada harapan untuk hubungan.

“Tetapi ingat, Anda tidak dapat menyembuhkan penghinaan tanpa menemukan apa yang memulainya.” ujar Robin Milhausen, Phd, Kepala Asosiasi Departemen Hubungan Keluarga dan Gizi terapan Di Universitas Guelph seperti dilansir Oprahmag.com.

4. Tidak berhubungan seks

Seperti dilansir Themindsjournal.com, ahli hubungan dan konsultan perceraian Karen Finn mengatakan, pernikahan yang tidak bahagia juga ditandai dengan jarang atau bahkan tidak pernah lagi melakukan hubungan seksual karena sudah berkurangnya ketertarikan fisik.

Ingatlah, bahwa keintiman fisik dan emosional adalah hal yang membedakan hubungan dengan cinta romantis dari semua hubungan lainnya.

5. Tidak merasa dihargai, didengar, dan bernilai

Mendengarkan adalah kemampuan terbaik untuk membangun sebuah hubungan yang kuat. Dengan saling mendengarkan, pasangan bisa saling memahami.

Tapi jika merasa tidak dihargai, dipahami, atau bernilai bagi pasangan, mungkin Anda perlu mewaspadai pernikahan.

Karena sekali tidak ada penghargaan dalam sebuah hubungan, maka Anda kehilangan fondasi untuk membangun hubungan.

Ketika tanda-tanda tersebut muncul dalam pernikahan, kita sebetulnya bisa memperbaikinya namun tentu saja membuthkan motivasi yang sangat kuat. Anda harus memiliki mental yang baik dan kuat.

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Berumah Tangga

Namun jika memang semua sudah tidak bisa dipertahankan, Anda mungkin membutuhkan cara masing-masing untuk bisa berbahagia.

“Kita tumbuh dan berubah berdasarkan bagaimana lingkungan yang kita hadapi. Orang yang kita temui pada usia 20 bisa menjadi seseorang yang tidak kita butuhkan pada usia 50 tahun,” ujar Milhausen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved