3 Pedang Paling Mematikan, Ada Pedang Zulfikar Milik Ali bin Abi Thalib

Pedang pertama muncul selama Zaman Perunggu.Pedang itu terbuat dari tembaga dan ditemukan di situs Harappan di Pakistan.

Editor: Fitriadi
toptenz.net
Pedang Terkenal Mematikan dan Sejarahnya 

Pada 1799, Napoleon Bonaparte menjadi pemimpin militer dan politik Prancis setelah melakukan kudeta.

Di medan perang, Napoleon membawa pistol dan pedang. Dia memiliki banyak koleksi senjata dan artileri.

Pada musim panas 2007, sebuah pedang bertatahkan emas yang dulunya milik Napoleon dilelang di Prancis dengan harga lebih dari $ 6,4 juta dolar atau setara dengan sekitar Rp 90 miliar.

 Pedang itu digunakan oleh Napoleon dalam pertempuran.

Pada awal 1800-an, Napoleon mempersembahkan senjata itu kepada saudaranya sebagai hadiah pernikahan.

Pedang itu diturunkan dari generasi ke generasi, tidak pernah meninggalkan keluarga Bonaparte.

Pada 1978, pedang itu dinyatakan sebagai harta nasional di Prancis dan pemenang lelang tidak teridentifikasi.

3. Zulfikar

Ilustrasi
Ilustrasi (Ilustrasi pedang)

Zulfikar adalah pedang kuno dari pemimpin Islam, Ali bin Abi Thalib.

Nabi Muhammad memberikan Zulfikar kepada Ali di Pertempuran Uhud.

Muhammad mengagumi kekuatan dan kekuatan Ali di medan perang dan ingin menghadiahkannya senjata berharga.

Pedang adalah simbol iman Islam dan dikagumi oleh jutaan orang.

Dikatakan bahwa Ali menggunakan pedang Zulfikar pada Pertempuran Parit, yang merupakan upaya pengepungan terkenal di kota Madinah.

Selama pertempuran, Muhammad, Ali, dan pembela Muslim lainnya membangun parit untuk melindungi Madinah terhadap serangan musuh.

Menurut Twelver Syiah, senjata itu bertahan hari ini dan disimpan di tangan Imam Muhammad al-Mahdi.

Senjata itu merupakan bagian dari koleksi terkenal yang disebut al-Jafr. (Muflika Nur Fuaddah)

Berita ini telah terbit di Intisari-Online.com berjudul Ali bin Abi Thalib dengan Pedang Zulfikar, Ini 3 Pedang Terkenal Mematikan dan Sejarahnya

Sumber: Intisari
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved