VIDEO : Bumdes Sedulang Jaya Sukses dan Kembangkan Usaha Ayam Petelur

Dari usaha ayam petelur pada akhir Desember tahun 2016 kini pada tahun 2019 tepatnya pada bulan maret Bumdes sedulang jaya...

POSBELITUNG, BELITUNG - Satu di antara Bumdes di Kabupaten Belitung Timur yang sudah maju yakni Bumdes Sedulang Jaya, Desa Lalang Jaya, Kecamatan Manggar.

Dari usaha ayam petelur pada akhir Desember tahun 2016 kini pada tahun 2019 tepatnya pada bulan maret Bumdes sedulang jaya mengembangkan sayap dengan membuka Bumdes Mart atau toko khusus sembako, dan tak lama lagi Bumdes Sedulang Jaya akan menambah 4.000 ekor ayam petelurnya.

Ditemui harian posbelitung di kantor Bumdes yang juga bersebelahan langsung dengan Bumdes Mart tepatnya di jalan Gang Semutok, Desa Lalang Jaya, Manggar.

Direktur Bumdes Sedulang Jaya Ahmad menceritakan suka duka awalnya berdiri Bumdes tersebut.

"Tujuan Bumdes kan bukan hanya provide saja tapi juga sosial, awal 2017 kami mencoba usaha dengan berjualan beras, saat itu kami datangkan 5 ton dengan cara berjualan door to door," ujar Ahmad kepada posbelitung, Senin (15/7/2019).

Saat itu menurut Ahmad, Bumdes yang dipimpinnya baru bisa memberikan PADes sebesar Rp 6 juta dari hasil jual beras.

"Alhamdulillah saat itu ada hasil sedikit dari situ, kantor pun saat itu masih menumpang di desa, begitu juga dengan gudang beras masih menumpang di desa, dilihat dari Desa kami bisa mengelola keuangannya, dan dipercaya pemerintah desa, sampai kami ditambah lagi modalnya pada tahun 2018, sebesar Rp 325 juta khusus untuk beternak ayam petelur," kenang Ahmad.

Sampai usaha ayam Peter berjalan dengan sekarang, Bumdes Sedulang Jaya sudah mampu memberikan PADes sebesar Rp 50 juta.

"Alhamdulillah hasilnya lumayan sudah kami serahkan ke desa, tapi kami untuk beras juga tetap jalan, dan saat ini kami dalam proses pengembangan dari 2.160 ekor ayam akan dikembangkan 4.000 ekor ayam jadi total akan ada 6.000 ekor ayam di tahun 2019 ini," jelas Ahmad.
Menurut Ahmad selain hal itu Bumdes Sedulang Jaya juga pada bulan Maret 2019 dengan bisa menyisihkan sedikit pendapatannya dan juga dukungan bantuan dari desa dibuatkan sebuah toko.

"Dari hasil musyawarah dengan desa dan pemerintah desa kami pun memilih membuka toko di dalam gang. Sempat terjadi pro kontra, kenapa tidak di tepi jalan raya, namun setelah kami jelaskan bahwa jika kami membuka toko di seputaran masyarakat otomatis kami bisa mematikan usaha di sekitar Bumdes tersebut.

Bisa marah loh, masyarakat lainnya, kami tidak mau seperti itu, karena kejadian pernah ada yang seperti itu harga kami lebih murah pastinya. Kembali Bumdes bukan hanya mengejar provide saja tetapi sosial harus diperhitungkan juga," ujar Ahmad.

Dilanjutkan ahmad, "Jadi kami lebih memilih membuka didalam, dan saya optimis saat itu dan kalau bisa malahan bermitra kami, jadi semacam distributor bagi toko klontong seputaran desa ini, Alhamdulillah kini berjalan," jelas Ahmad.

Diceritakan juga oleh Ahmad, di luar dugaan saat pembangunan Bumdes Mart, sebagai unit usaha kedua Dari Bumdes Sedulang, mereka mendapatkan kucuran bantuan dari Gubernur sebesar Rp 100 juta.
"Jadi Rp 10 juta untuk perlengkapan kantor, Rp 60 juta untuk mengisi sembako, dan Rp 30 untuk perlengkapan di toko," jelas Ahmad.

Ahmad juga menjelaskan seiring berjalan Bumdes yang dikelola dia bersama anggota, sudah bisa membuka lapangan pekerjaan, selain itu juga sudah bisa bekerja sama dengan beberapa Bumdes yang ada di desa sekecamatan maupun di desa dikecamatan lain. (Posbelitung.co/suharli)

Penulis: Suharli
Editor: fitriadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved