India Tolak Tawaran Presiden Donald Trump Jadi Penengah di Konflik Kashmir

India Tolak Tawaran Donald Trump Jadi Penengah di Konflik Kashmir . . . .

India Tolak Tawaran Presiden Donald Trump Jadi Penengah di Konflik Kashmir
instagram/realdonaldtrump
Presiden AS, Donald Trump 

India Tolak Tawaran Presiden Donald Trump Jadi Penengah di Konflik Kashmir, Ini Jelasnya

POSBELITUNG.CO, CHANDIGARH (India) -- Pemerintah India telah menolak tawaran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bertindak sebagai mediator dalam penyelesaian perselisihan dengan Pakistan terkait masalah Kashmir.

Penolakan tersebut terjadi pada Jumat pekan kemarin.

Sebagaimana dikutip dari laman siakapkeli melalui Bernama, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa negosiasi tentang Kashmir hanya akan dilakukan dengan Pakistan dan hanya berdasarkan dua arah.

Kedua pemimpin tersebut bertemu pada Jumat lalu di luar Pertemuan Tingkat Menteri Negara-negara Asia Tenggara di Bangkok, Thailand.

"Masalah ini telah dikomunikasikan kepada AS @SecPompeo pagi ini bahwa setiap diskusi tentang Kashmir, jika perlu, akan diadakan hanya dengan Pakistan dan secara bilateral," kata Jaishankar.

Putra Osama bin Laden Disebut-sebut Tewas Dalam Operasi Militer, Ini Jelasnya

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa kedua negara ingin AS siap membantu.

"Saya pikir Khan dan Modi adalah pemimpin hebat - maksud saya, mereka bisa bertahan, tetapi jika mereka ingin seseorang campur tangan, saya akan berbicara dengan Pakistan," katanya kepada kantor berita lokal News18.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi pada hari Jumat mendesak Washington untuk menggunakan pengaruhnya atas pengadilan India untuk melanjutkan negosiasi atas perselisihan Kashmir yang sedang berlangsung.

India telah lama menolak intervensi asing untuk menyelesaikan konflik, tetapi Pakistan telah berulang kali meminta bantuan internasional.

Halaman
12
Penulis: Asmadi PS (spa)
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved