India Tolak Tawaran Presiden Donald Trump Jadi Penengah di Konflik Kashmir
India Tolak Tawaran Donald Trump Jadi Penengah di Konflik Kashmir . . . .
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar CC | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
India Tolak Tawaran Presiden Donald Trump Jadi Penengah di Konflik Kashmir, Ini Jelasnya
POSBELITUNG.CO, CHANDIGARH (India) -- Pemerintah India telah menolak tawaran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bertindak sebagai mediator dalam penyelesaian perselisihan dengan Pakistan terkait masalah Kashmir.
Penolakan tersebut terjadi pada Jumat pekan kemarin.
Sebagaimana dikutip dari laman siakapkeli melalui Bernama, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa negosiasi tentang Kashmir hanya akan dilakukan dengan Pakistan dan hanya berdasarkan dua arah.
Kedua pemimpin tersebut bertemu pada Jumat lalu di luar Pertemuan Tingkat Menteri Negara-negara Asia Tenggara di Bangkok, Thailand.
"Masalah ini telah dikomunikasikan kepada AS @SecPompeo pagi ini bahwa setiap diskusi tentang Kashmir, jika perlu, akan diadakan hanya dengan Pakistan dan secara bilateral," kata Jaishankar.
• Putra Osama bin Laden Disebut-sebut Tewas Dalam Operasi Militer, Ini Jelasnya
Pernyataan itu muncul setelah Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa kedua negara ingin AS siap membantu.
"Saya pikir Khan dan Modi adalah pemimpin hebat - maksud saya, mereka bisa bertahan, tetapi jika mereka ingin seseorang campur tangan, saya akan berbicara dengan Pakistan," katanya kepada kantor berita lokal News18.
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi pada hari Jumat mendesak Washington untuk menggunakan pengaruhnya atas pengadilan India untuk melanjutkan negosiasi atas perselisihan Kashmir yang sedang berlangsung.
India telah lama menolak intervensi asing untuk menyelesaikan konflik, tetapi Pakistan telah berulang kali meminta bantuan internasional.
Sementara itu, tawaran Trump disambut oleh Pakistan.
• Desainer Fashion ini Buat Kursi Roda untuk Bantu Ikan Cacat Nikmati Kehidupan Baru, Ini Videonya
Namun, hal itu memicu kontroversi dengan India, mengklaim bahwa masalah pemberontakan di negara mayoritas Muslim Himalaya itu adalah urusan internal.
Jammu dan Kashmir, wilayah Himalaya dengan populasi mayoritas Muslim, dibagi menjadi dua wilayah yang dikuasai oleh India dan Pakistan.
Kedua belah pihak menuntut kontrol penuh atas kedua wilayah tersebut.
Sejak 1947, kedua negara telah bertempur sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 1948, 1965 dan 1971- dan dua dari mereka menduduki Kashmir.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/presiden-as-donald-trump.jpg)