Berita Belitung

Warga yang Tinggal di Kawasan X-BAR Ucapkan Terima Kasih Pada Ormas dan OKP atas Aksi Penolakan

Ucapan terima kasih tersebut untuk organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), dan warga yang melayangkan sikap penolakan X-BAR

Warga yang Tinggal di Kawasan X-BAR Ucapkan Terima Kasih Pada Ormas dan OKP atas Aksi Penolakan
Dokumen Pos Belitung
Suasana Orasi di depan Xtreme Bar, Jalan Pattimurah Kelurahan Tanjungpendam, Tanjungpandan Belitung, Jumat (9/8/2019)malam, 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Warga yang bermukim di seputaran Tempat Hiburan Malam (THM) Extreme - BAR di Jalan Patimurah RT 09/05 Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (10/8/2019) mengucapkan terima kasih kepada berbagai masyarakat diluar lingkungan RT 09, lantaran telah melakukan penolakan terhadap X-BAR.

Ucapan terima kasih tersebut untuk organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), dan warga yang telah datang tadi malam di depan X-BAR, serta melayangkan sikap penolakan.

"Kami ingin menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada ormas, OKP dan warga di luar kampung kami yang telah membantu kami, untuk menolak beroperasinya X-BAR ini. Kami disini memang sejak awal tidak mau ada X-BAR itu," kata Ketua RW 05 Kelurahan Pagar Alam Radi kepada posbelitung.co, sabtu (10/8/2019) didampingi Kepala Lingkungan Pagar Alam Hari Hidayat serta warga lainnya.

Adanya dukungan penolakan beroperasi nya X-BAR tersebut, membuat warga di kampung ini semakin yakin untuk tetap menolak X-BAR tersebut. Sebab X-BAR ini dinilai oleh mereka bisa menimbulkan dampak yang kurang baik bagi lingkungan sekitar.

"Kemarin (kamis malam) mereka buka, itu dari jam 11 malam sampai jam 3 pagi, ya kami merasa terganggu. Kami tidak menolak investasi, tapi bukan yang seperti ini, dan kami sekali lagi mengucapkan terima kasih karena banyak spontanitas masyarakat turun ke jalan tadi malam untuk menolak beroperasinya X-BAR," ujarnya.

Penolakan terhadap X-BAR ini, memang sudah melalui proses yang panjang. Hampir satu tahun belakang penolakan tersebut terus disuarakan oleh masyarakat dan berbagai elemen organisasi.

"Ya kami (warga setempat) semalam banyak yang ikut aksi itu, ya kami mengucapkan terima kasih lah karena ini spontanitas, dan kami kedepan akan terus menolak. Kalau ada cara-cara lain untuk penolakan, kami tentu akan hadir," kata Kepala Lingkungan Pagar Alam Heri Hidayat.

Sebelumnya, puluhan massa mendatangi tempat hiburan malam (THM), Xtreme Bar di Jalan Pattimura Kelurahan Tanjungpendam, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat(9/8/2019) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Masa terdiri dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP), Para massa ini menuntut untuk menutupi THM Xtreme Bar.

Aksi tersebut menyusul setelah Xtreme bar melakukan Soft Opening, Rabu (7/8/2019) malam lalu. Dalam aksi tersebut tidak hanya Ormas dan OKP saja, yang mengikuti aksi penolakan namun dari masyarakat juga ikut menolak tempat hiburan malam tersebut.

Aksi penolakan tersebut tidak berlangsung lama 30 menit, pihak keamanan yang terdiri dari Kepolisian, membubarkan massa. Karena sesuai dengan peraturan aksi tersebut tidak boleh dilakukan di malam hari.

Saat aksi penolakan, terlihat Xtreme Bar tidak beroperasi, Pagar halaman serta pintu masuk Xtreme Bar tertutup, selain itu juga tidak terlihat satupun pekerja di lokasi.

Dari aksi tersebut, mereka meminta agar pemerintah bertindak tegas terhadap terhadap Xtreme Bar, mereka beralasan Xtreme tersebut belum mengantokan izin.‎

"Teman-teman seluruhnya bersatu, kita sepakat pada malam hari ini, untuk menolak xbar, setuju semuanya, " saat berorasi di depan Xbar.

(posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved