Berita Belitung

Heritage Trail Menjejaki Sejarah Bukit Samak Belitung Timur

Rangkaian pesona jalur rempah Belitung Timur mulai bergulir yang ditandai dengan Heritage Trail menjejaki sejarah Bukit Samak

Tayang:
dok Disbudpar
Para peserta tiba di SMK Stania Manggar, Senin (26/8/2019) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG  - Rangkaian pesona jalur rempah Belitung Timur mulai bergulir yang ditandai dengan Heritage Trail menjejaki sejarah Bukit Samak warisan budaya di Belitung Timur, Senin (26/8/2019).

Sekitar 200 peserta yang terdiri dari Komunitas Ontel Indonesia Belitung Timur, para kepala OPD serta pegawainya, Pramuka, pelajar, dan masyarakat turut ambil bagian.

Heritage trail dimulai dari Kulong Minyak, Desa Lalang , Manggar Belitung Timur dengan tiga stop poin yang dikunjungi, yakni SMK Stania Manggar, Bukit Samak (A1), dan finish di Guest House (A2).

Dalam perjalannya sebagian peserta berkendara mengunakan sepeda ontel dan lainnya berjalan kaki menuju stop poin yang telah ditentukan.

"Dalam heritage trail kami mengenalkan kepada para peserta warisan budaya dari zaman Belanda sampai dengan zaman timah," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur, Evi Nardi kepada posbelitung.co, Senin (26/8/2019)

1. Stop poin pertama SMK Stania Manggar

SMK Stania Manggar dijadikan stop poin pertama menurut Evi karena sekolah tersebut merupakan sekolah bersejarah yang didirikan pada tahun 1928 oleh HAS Hanandjoedin yang tokoh pahlawan asal pulau Belitung.

"Diceritakan oleh kepala sekolah SMK Stania,Yogiantoro tadi saat tiba di stop poin. Dari awal didirikannya SMK Stania sudah memiliki dua jurusan listrik dan jurusan mesin, hingga sekarang masih dipertahankan.

Diceritakan juga saat mengajar dulu Hananjoedin mengunakan sepeda ontel dari rumahnya yang berada, sungai samak, Tanjungpandan, untuk mengajar anak didiknya Manggar .

2. Stop poin kedua Bukit Samak (A1)

Lokasi tersebut dipilih menurut Evi karena diatas dapat melihat pemandangan lautan bagian sebelah timur Beltim, yang mana peserta Haritage Trail diceritakan tetang sejarah maritim dan jalur rempah Pulau Belitung.

"Jadi dikenalkan sejarah maritim Beltim yang mana juga termasuk jalur alki satu, pada saat itu pelayaran Beltim berasal dari arah Timur. Selain itu juga untuk menginformasikan lautan bagian timur tersebut, juga merupakan lokasi kawasan konservasi perairan berdasarkan menteri kelautan perikanan no.52 tahun 2017," ujar Evi.

3. Stop poin ketiga Guest house (A2)

Tiba di Guest House para peserta dikenalkan akan sejarah bangunan rumah yang didirikan sejak zaman Belanda, Guest house saat ini juga dalam proses pengusulan tim ahli cagar budaya (TACB).

Di Guest House atau A2, yang mana terdapat bangunan zaman Belanda dulu dan bangunan tersebut sempat ditempati oleh Kawilasi produsi PT Timah Manggar pada masanya," ujar Evi.

Evi juga menyampaikan dulunya di depan guest house juga terdapat lapangan golf yang digunakan oleh petinggi PT Timah untuk berolahraga dan juga terdapat plang pusat pemantauan gerhana matahari total pada tahun 2016 lalu.

"Tak jauh dari sini juga terdapat pantai teropong yang mana dulunya juga digunakan untuk lokasi pemantau keluar masuknya perahu ke Belitung Timur, yang mana juga merupakan titik nol kilometer kabupaten Beltim," ujarnya.

(posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved