Stok Darah B dan AB di PMI Belitung Kurang
Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belitung mengatakan stok darah B dan AB sedang kurang
POSBELITUNG.CO -- Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belitung mengatakan stok darah B dan AB sedang kurang. Hal ini disebabkan oleh berbarengannya pasien membutuhkan darah golongan tersebut.
"Dua bulan belakangan ini darah tersebut memang banyak permintaan. Jadi, stok di kita hanya tiga dan memang untuk yang sangat darurat saja," kata Kepala Bidang Teknis UTD PMI Kabupaten Belitung Hawani kepada Posbelitung.co, Senin (2/9/2019).
Ia mengatakan jika saat ini pasien ada yang membutuhkan darah golongan tersebut, pihaknya akan berusaha menghubungi pendonor yang biasa mendonorkan darahnya. Tapi, mereka tidak bisa memastikan akan dapat atau tidak.
• Hawani : Tidak Ada Jual Beli Darah, Masyarakat Harus Diedukasi
"Biasanya dari anggota keluarganya dulu, kan pasti ada yang golongan darahnya sama," kata wanita berkerudung ini.
Idealnya, lanjut Hawani, ketersediaan darah di UTD PMI adalah 300-400 kantong per bulan. Angka itu dianggap ideal untuk memenuhi kebutuhan di Belitung. Apalagi saat ini sudah ada layanan cuci darah jadi bisa meningkatkan permintaan atasnya.
"Tidak hanya Belitung sebenarnya, jika Belitung Timur membutuhkan juga biasanya menghubungi kami. Begitu juga sebaliknya," kata Hawani.
Saat ini, stok darah di UTD PMI Kabupaten Belitung golongan darah A dan O masing-masing 10 kantong. Sedangkan golongan B dan AB hanya tiga kantong dan hanya diperuntukkan bagi pasien yang darurat.
Hawani berharap masyarakat bisa mendonorkan darahnya secara rutin karena banyak sekali manfaatnya, awet muda satu di antaranya.
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kepala-bidang-teknis-utd-pmi-kabupaten-belitung-hawani.jpg)