SPAM Desa Sungai Padang Tak Pernah Beroprasi Sejak 2017, Begini Kata Kades dan DPUPR Belitung

Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kawasan Rawan Air Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung sudah

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Evan Saputra
Ist/facebook forum komunikasi masyarakat Belitung
Kondisi SPAM Desa Sungai Padang 

SPAM Desa Sungai Padang Tak Pernah Beroprasi Sejak 2017, Begini Kata Kades dan DPUPR Belitung

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kawasan Rawan Air Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung sudah selesai dilakukan pembangunan sejak tahun 2017 lalu. Pembangunan SPAM tersebut menggunakan biaya APBN.

Namun hingga, Kamis (12/9/2019) SPAM ini tidak pernah beroperasional, padahal di musim kemarau ini SPAM tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Desa setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Itu memang belum pernah di operasionalkan sampai sekarang, hanya pernah satu kali dilakukan uji coba," kata Kepala Desa Sungai Padang Firdaus kepada posbelitung.co, Kamis (12/9/2019).

SPAM tersebut, kata dia, sebetulnya sudah memiliki instalasi ke rumah-rumah warga setempat. Terdapat sekitar 80 rumah warga sudah terhubung untuk aliran air tersebut.

"Sudah tersambung ke rumah - rumah warga sebetulnya, tinggal jalan saja. SPAM ini sebetul nya dibutuhkan masyarakat, apalagi sekarang ini musim kemarau, jadi memang betul - betul dibutuhkan masyarakat," jelasnya.

Sempat Ingin Diserahkan ke Desa

Firdaus mengatakan, SPAM kawasan Rawan Air Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung sempat ingin di serahkan pengelolaannya ke Pemerintah Desa.

Namun untuk mengoperasionalkan tersebut, tentu harus memiliki anggaran yang cukup besar. Sedangkan ketika itu Pemerintah Desa belum melakukan berbagai perhitungan, dengan jumlah instalasi yang sudah kerumah warga sebanyak 80 rumah.

"Itu setelah di lakukan uji coba, sempat memang ingin meminta kami untuk melakukan pengelolaan nya, tapi Desa terus terang saja belum mampu, karena biaya operasionalnya besar," kata Firdaus kepada posbelitung.co, kamis (12/9/2019).

Ditambah lagi, kata dia, di perencanaan anggaran Pemerintah Desa ketika itu belum dilakukan pembahasan maupun dimasukan dalam perencanaan belanja Desa.

"Tapi dua hari kemarin dari pihak SPAM ada menghubungi saya untuk membicarakan itu, tapi kami harus musyawarah dulu karena saya tidak bisa memutuskan sendiri," ujarnya.

Pengelolaan terhadap SPAM ini, di tawarkan oleh pihak SPAM untuk tahun 2020 mendatang. Namun kabarnya dalam waktu dekat SPAM tersebut akan beroperasional.

"Kami kurang tau yang mengopersionalkan dalam waktu dekat ini dari siapa. Kalau kami masih mau musyawarah dulu, dan kalau jadi nanti mungkin menggunakan APBDes, sementara ini dulu yang bisa," bebernya.

Diserahkan Pengelolaan ke PUPR Belitung

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved