Berita Belitung

Zonasi Tambang Laut di Belitung Timur Disetujui, Ketua Gapabel Nilai Bakal Hambat Status UGG

Dua Kabupaten sepakat mendapatkan status UGG, sebab apabila pertambangan masih menjadi prioritas utama maka status UGG berkemungkinan tidak diraih.

Zonasi Tambang Laut di Belitung Timur Disetujui, Ketua Gapabel Nilai Bakal Hambat Status UGG
Dokumen Pos Belitung
Lokasi tambang timah Bandar Mati di Dusuk Aik Rembikang, Desa Air Seruk, Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Aliansi Nelayan Belitong Bersatu dan Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel) meminta secara tegas agar zonasi tambang laut dihapuskan. Nelayan dan pelaku pariwisata menolak keberadaan tambang laut.

"Jadi itu sudah jelas, Belitung Timur harus zero tambang laut. Ini pula sudah diperkuat antara dua kepala daerah (Bupati Belitung Timur dan Belitung) yang sudah sepakat di atas keras untuk menolak kehadiran tambang laut," ucap Ketua Gapabel Pifin Heriyanto sekaligus mewakili Aliansi Nelayan Belitong Bersatu kepada posbelitung.co, sabtu (21/9/2019).

Pulau Belitong sekarang ini berfokus pada pariwisata yang memiliki nilai investasi panjang. Pulau Belitong sedang berusaha untuk memenuhi persyaratan agar mendapatkan status Unesco Global Geopark (UGG).

"Nah jangan sampai gara - gara tambang laut status UGG menjadi terhambat karena persoalan status UGG ini adalah masa depan Pulau Belitong. Bukan hanya Belitung Timur saja, tapi Kabupaten Belitung juga. Apalagi beberapa waktu lalu Ketua DPRD Belitung Timur sudah pernah menandatangani penolakan kehadiran tambang laut di Belitung Timur, nah harus komit," ujarnya.

Dua Kabupaten ini sepakat mendapatkan status UGG, sebab apabila pertambangan masih menjadi prioritas utama maka status UGG berkemungkinan tidak diraih.

"Ya contohnya sudah banyak, di daerah lain beberapa kali diusulkan ke Unesco tapi tidak di setujui. Nah salah satunya karena faktor masih ada aktivitas pertambangan. Nah Pulau Belitong jangan seperti itu, karena urusan UGG ini masih menjadi 'PR' besar untuk Belitung dan Belitung Timur. Status UGG ini sangat penting sekali agar Pulau Belitong dan pariwisatanya semakin mendunia," jelasnya.

Dikatakannya apabila Belitung Timur masuk pertambangan laut, maka tidak dipungkiri Tambang Inkonvensional (TI) berjenis rajuk akan menyusul melakukan aktivitas pertambangan di perairan laut.

Menurut Pifin, persoalan pertambangan timah ini sebetulnya sudah tutup buku lantaran pada 1990 an, perusahaan pertambangan sudah menyatakan tidak lagi memiliki cadangan tidak di Pulau Belitong dan membuat berbagai karyawan PT Timah Tbk kala itu diberhentikan.

"Kenapa sekarang seolah-olah sekarang muncul lagi. Apabila tambang laut diwujudkan di Belitung Timur, siapa yang menjamin dampaknya tidak sampai ke perairan Kabupaten Belitung," bebernya.

(posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved