Kemarau Panjang, Permintaan Pembuatan Sumur Bor Meningkat Drastis
Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Belitung tiga bulan belakangan ternyata mendatangkan berkah bagi sebagian orang
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Evan Saputra
Kemarau Panjang, Permintaan Pembuatan Sumur Bor Meningkat Drastis
POSBELITUNG.CO - Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Belitung tiga bulan belakangan ternyata mendatangkan berkah bagi sebagian orang.
Utamanya bagi pekerja sumur bor yang kebanjiran order.
Sopian, satu di antara pelaku sumur bor merasakan bahwa orderan meningkat tajam sekitar 70 persen dibanding hari biasanya.
"Kalau kondisi sekarang, karena kemarau panjang, alhamdulillah. Bulan lalu ada empat order, kalau bulan ini sudah enam kali, kalau hari biasa itu sebulan sekali atau dua kali ada," ujar Sopian kepada posbelitung.co, Senin (23/9/2019).
Tak hanya membuat sumur bor baru, pengusaha yang bermarkas di Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung itu juga sering menerima orderan perawatan sumur bor yang mulai kekeringan dilanda kemarau.
Dalam mengerjakan sumur, Sopian memiliki dua jenis peralatan bor yaitu manual dan menggunakan mesin.
Tetapi, dari sisi pengerjaan justru membuat sumur bor manual lebih cepat ketimbang mesin. Sebab, jika menggunakan mesin membutuhkan waktu setengah hari untuk mempersiapkan peralatannya.
Menurutnya untuk waktu pengerjaan jika tidak menemukan kendala selesai dalam waktu dua hari. Tapi air sumur bor tidak bisa langsung digunakan, harus dikuras selama seminggu mengingat masih mengandung lumpur.
Meskipun teknis pengerjaannya berbeda, namun harga yang dipatok permeternya sama sekitar Rp 250 ribu permeter plus pipa.
"Kalau harga memang ikut harga pipa, umumnya sekarang Rp 250 ribu permeternya. Tapi kalau kami melihat kondisi pelanggan juga, kalau minta kurang bisa lah kami kasih," ungkapnya.
Pria berusia 50 tahun itu sudah menggeluti usaha membuat sumur bor semenjak 2005 silam sehingga membuatnya paham betul tentang seluk beluk kontur tanah di Belitung.
Bahkan beberapa pemilik usaha sumur bor di Belitung rata-rata pernah bekerja dengan Sopian.
Menurutnya secara teknis pengerjaan sumur bor sering terkendala keberadaan batu di dalam tanah. Bukan tidak ditembus, namun pelanggan harus menambah biaya penggantian mata bor dengan biaya cukup mahal.
"Kalau kami sudah paham wilayah mana saja yang ada batu. Karena kami menggunakan mata bor intan jadi harganya cukup mahal," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/proses-pengerjaan-sumur-bor-y.jpg)