Pertemuan KKPPMP dan JPIC Kongregasi Regio Sumatera Hasilkan Tujuh Rekomendasi

Rekomendasi ini mengimbau gereja untuk mengembalikan martabat manusia yang hilang atau rusak akibat perdagangan manusia.

Pertemuan KKPPMP dan JPIC Kongregasi Regio Sumatera Hasilkan Tujuh Rekomendasi
pos belitung
RD Chrisanctus Paschalis Saturnus, Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Regio Sumatera menyerahkan rekomendasi hasil pertemuan kepada Ketua KKPPMP Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Mgr Dominikus Saku Pr yang juga Uskup Atambua di Goden Tulip Essential Hotel, Tanjungpandan, Belitung, Jumat (11/10) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Penggiat Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan dan Komisi Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Kongregasi Regio Sumatera menghasilkan rekomendasi pada pertemuan di Belitung, pada 8 hingga 11 Oktober 2019.

Rekomendasi ini mengimbau gereja untuk mengembalikan martabat manusia yang hilang atau rusak akibat perdagangan manusia.

Rekomendasi berisi tujuh poin hasil pembahasan para ketua KKPPMP enam keuskupan se Sumatera serta ketua JPIC di kongregasi-kongregasi yang ada di Sumatera ini diserahkan kepada Ketua KKPPMP Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Mgr Dominikus Saku Pr yang juga Uskup Atambua di Goden Tulip Essential Hotel, Tanjungpandan, Belitung, Jumat (11/10).

KWI kemudian mengirimkan rekomendasi ini kepada pimpinan gereja di seluruh Indonesia, agar mulai memperhatikan persoalan ini lebih serius lagi. Dari pimpinan gerejawi inilah nantinya akan meneruskan rekomendasi ini ke pemerintah atau pihak-pihak terkait.

"Ke depan kita harapkan bisa berkolaborasi dengan pemerintah, karena pekerjaan ini bukan semata-mata pekerjaan pemerintah, tapi pekerjaan kita bersama. Kita berharap persoalan perdagangan orang ini walau tidak bisa kita hentikan, namun bisa berkurang," kata RD Chrisanctus Paschalis Saturnus, Koordinator KKPPMP Regio Sumatera kepada Pos Belitung, Kamis (10/10) malam.

Kata Romo Paschalis, pertemuan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan KKPPMP keuskupan yang ada di regio Sumatera. KKPPMP sendiri merupakan satu komisi dalam Gereja Katolik yang melakukan pelayanan secara khusus dalam ranah masyarakat dengan fokus utama persoalan ketidakadilan, perdamaian, migran dan perantau.

Menurutnya, tema pertemuan tahun ini merupakan kelanjutan dari tema tahun lalu di Batam yang menspesifikan mengenai perdagangan manusia. Karena isu perdagangan manusia ini menjadi isu yang sangat ramai terjadi, sekurang-kurangnya di beberapa wilayah seperti di Kepulauan Riau, Padang, Batam, Medan, Palembang serta Lampung menjadi titik kasus perdagangan manusia.

"Kenapa kita bertemu? Karena ada persoalan sosial masyarakat yang membutuhkan kita terlibat, ambil bagian membantu masyarakat, pemerintah, dunia ini untuk mejadi lebih baik. Intinya, gereja tidak boleh menutup mata dan tidak boleh diam. Gereja harus menghidupkan lagi martabat manusia yang hilang karena perbudakan manusia. Itulah hasil dari pertemuan ini," kata Romo Paschalis.

Dikatakannya, tema dalam pertemuan ini sesuai dengan seruan Paus Fransiskus, bahwa gereja harus hadir dalam situasi dunia yang sedang mengalami ketidakadilan, perdamaian yang rusak. Gereja memberikan pencerahan, adil untuk memberikan terang dalam hidup.

"Kita misinya, mau kemana gereja dalam persoalan perdagangan orang. Tahun lalu di Batam kita mencoba menggambarkan spesifikasi Sumatera dan tahun ini kita mencoba melihat apa yang akan kita lakukan setelah kita melihat situasi. Ternyata pesoalan perdagangan orang di Sumatera menjadi isu yang mencuat dan perlu mendapat perhatian," katanya.

Kata Romo Paschalis, regio Sumatera ada enam keuskupan yakni Keuskupan Padang, Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Sibolga, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Tanjungkarang dan Keuskupan Pangkalpinang.

"Serunya, pertemuan membahas persoalan ini memang basisnya Katolik, tapi ini harus menjadi isu bersama. Persoalan kemanusiaan bukan kau atau aku, tapi persoalan kita bersama," katanya. (Posbelitung.co/tedja pramana)

Penulis: tidakada010
Editor: rusmiadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved