Berbahaya di Dunia, Punya Racun Termahal Mencapai Rp 591 Miliar, Ternyata ini Manfaatnya!
Beberapa jenis kalajengking dikenal sebagai hewan berbahayakarena memiliki racun mematikan di tubuhnya.
POSBELITUNG.CO - Beberapa jenis kalajengking dikenal sebagai hewan berbahayakarena memiliki racun mematikan di tubuhnya.
Salah satunya Deathstalker Scorpio, jenis kalajengking yang banyak ditemukan di Israel ini.
Meskipun mematikan, racun hewan yang sering disebut kalajengking emas ini ternyata bisa terjual dengan harga fantastis!
Hewan kalajengking mungkin adalah hewan dengan sengatan beracun dan berbahaya bagi manusia.
Namun, siapa sangka salah satu spesiesnya adalah hewan unik yang memiliki nilai jual cukup fantastis di dunia.
Melansir dari Bastille Post, pada Sabtu (12/10/2019), Deathstalker Scorpion adalah salah satu kalajengking paling beracun di dunia.
Namun hewan yang terkenal dengan istilah kalajengking emas ini memiliki cairan racun paling berharga di dunia.
Menurut keterangan, harga cairan racunnya untuk satu galon atau 3,7 liternya berharga sekitar 39 juta dolar AS (sekitar Rp591 miliar).
Hewan ini cukup banyak ditemukan di Israel dan menjadi salah satu hewan khas di sana, namun racunya sangat mematikan.
Untuk mendapatkan racunnya pun juga juga tidaklah mudah, dan bahkan jika kamu memiliki uang lebih belum tentu bisa membelinya.
Pasalnya, untuk mendapatkan racun dalam jumlah banyak setiap tetes racunnya harus dikeraskan terlebih dahulu.
Setiap kalajengking akan menghasilkan 2 mg saja, jadi untuk mendapatkan satu 3,7 liter dibutuhkan setidaknya 2,64 juta kali tetesan.
Steve Trim, pendiri Venomtech, mengungkapkan obat-obatan AS berspesialisasi dalam racun kalahjengking.
Namun, dia pernah dipenjara oleh Israel karena berusaha meyakinkan bahwa hewan ini memiliki 100 kali lebih berbahaya daripada sengatan lebah.
Meski demikian, sejumlah racun dalam kalajengking emas bisa menjadi harta karun yang sangta berharga untuk mengembangkan obat-obatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kalajengking-emas.jpg)