Berita Belitung

Penertiban Satpol Babel Dinilai Kucing-Kucingan, Kapolres dan Dandim 0414 Belitung Kecewa

Kapolres Belitung AKBP Belitung AKBP Yudhis Wibisana dan Dandim 0414 Belitung, Letkol Inf Indra Padang menyayangkan tidak ada koordinasi

Penertiban Satpol Babel Dinilai Kucing-Kucingan, Kapolres dan Dandim 0414 Belitung Kecewa
Posbelitung.co/Dede Suhendra
Wakil Gubernur Kepulauan Babel Abdul Fattah dan Kasatpol PP Yamoa berdamai dengan masyarakat penambang, Sabtu (2/11/2019). (posbelitung.co/dede s) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Kapolres Belitung AKBP Belitung AKBP Yudhis Wibisana dan Dandim 0414 Belitung, Letkol Inf Indra Padang menyayangkan tidak ada koordinasi penertiban dari Satpol PP Provinsi gabungan, dengan pihak TNI Polri di Belitung.

Hal tersebut disampaikankan usai mediasi antara Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Babel Abdul Fatah, Kapolres Belitung, Dandim 0414 Belitung dengan perwakilan masyarakat Desa di Kantor Camat Sijuk.

AKBP Yudhis mengatakan, terkait dengan penertiban,  Sabtu (2/11/2019) sore dimana Satpol PP,  Pol hut, Dinas Pertambangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melakukan razia.

Kekurangan-kekurangan yang ada dalam proses penertiban sat pol gabungan memang sangat disayangkan, menurutnya sebagai yang memiliki wilayah Kodim 0414 Belitung dan Polres Belitung tidak diberitahu.

"Itu sangat membuat kami kecewa. Karena mungkin kami dianggap ada main sebelah mata, saya tegaskan itu tidak ada," tegas AKBP Yudhis saat konferensi pers, di ruang pertemuan Camat Sijuk. Sabtu (2/11/2019).

Dia menyatakan terkait penertiban dilokasi yang dilarang untuk ditambang, sudah berulangkali dilakukan Polres Belitung dengan Koramil gabungan dengan Sat Pol PP Belitung, sampai hari ini pun barang bukti penyitaan masih ada.

"Itu (penertiban) di Desa Sijuk sudah seringkali terjadi, dan barang bukti diamankan di polsek, boleh rekan-rekan lihat, itu bukti kami sudah lakukan gabungan sudah kami lakukan penertiban dengan satpol PP Belitung, silahkan dibuktikan,"  ungkap Yudhis.

Penertiban yang dilakukan diantaranya di Desa Sijuk di banyak tempat, Sungai Balai, Sungai Padang ada, dan sedangkan di  Membalong di Bantan.

"Namun ini (penertiban Satpol PP Provinsi Bangka Belitung--red) sifatnya kucingan-kucingan. Jangan sampai ini dianggap Pemerintah Kabupaten Belitung, Polres Belitung dan Kodim 0414 tidak pernah bertindak. Itu sudah pernah dan sering. Saya tidak membela diri, karena apa terus-terang saya selaku yang punya wilayah malu sealah-olah kapolres tidak pernah berbuat, dandim tidak pernah berbuat, bahkan waktu di bersama Bupati Belitung juga sudah pernah kami lakukan," ungkapAKBP Yudhis.

Namun diakuinya, karena belum terakomodir masyarakat saat melakukan penambangan juga kucing-kucingan.

Menurut Yudhis yang namanya larangan pasti akan ditutup, namun pemerintah diharapkan dapat mengakamodir dimana tempat masyarakat bisa menambang.

Dengan demikian ada legalitas sehingga masyarakat agar tidak dipersalahkan lagi dan menambang sesuai dengan perudangan-udangan, apalagi notabanenya masyarakat setempat mata pencahariannya menambang timah.

"Ini bisa diatur lagi oleh pemerintah atau diakomodir ditempatkan disuatu tempat yang diperbolehkan," saran Yudhis.

Letkol Inf Indra Padang mengatakan persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan jangan sampai berdampak kepada Belitung.

"Apalagi kita ini daerah wisata, jangan ada bicara urusan mencekam, Kalau ada masalah di lapangan, tolong jangan anarkis, silahkan di salurkan, kalau anarkis tetap semua akan dirugikan," imbau  Letkol Inf Indra. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved