Berita Belitung

Bupati Beri Catatan Terkait Rencana dan Pengelolaan Zonasi Perairan Belitung

Bupati Belitung H Sahani Saleh, Rabu (6/11/2019) memberikan berbagai catatan terhadap konsultasi publik review rencana dan pengelolaan zonasi

Bupati Beri Catatan Terkait Rencana dan Pengelolaan Zonasi Perairan Belitung
posbelitung.co/Disa Aryandi
Konsultasi Publik RPZ kawasan konservasi perairan Kabupaten Belitung, rabu (5/11/2019). 

Bupati Belitung H Sahani Saleh, Rabu (6/11/2019) memberikan berbagai catatan terhadap konsultasi publik review rencana dan pengelolaan zonasi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung H Sahani Saleh, Rabu (6/11/2019) memberikan berbagai catatan terhadap konsultasi publik review rencana dan pengelolaan zonasi (RPZ) kawasan konservasi perairan Kabupaten Belitung yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Catatan pertama, menurut Sanem, yang harus diakomodir dalam RPZ tersebut adalah terkait dengan kearifan lokal, yang selama ini sudah dianggap telah memberikan kontribusi dari perairan laut.

"Terutama dalam penggunaan ruang alat tangkap tradisional, misalkan itu. Terus wilayah penangkapan nelayan yang selama ini sudah menjadi kearifan lokal, jangan di geser," ungkap Sanem kepada posbelitung.co, rabu (6/11/2019).

Kedua, wilayah yang berkenaan dengan zonasi tersebut harus jelas pemanfaatan dan tertuang di dalam dokumen RPZ.

"Mungkin nanti, katakan lah zonasi ini intinya apa saja yang bisa dilakukan di area itu. Misalkan ini wilayah konservasi untuk apa, sehingga tata ruangnya memang betul - betul sesuai dengan fakta real dilapangan yang telah dilakukan masyarakat selama ini, itu harus di akomodir," ucapnya.

Sanem mencotohkan seperti Pulau Selema di Selat Nasik tersebut harus termanfaatkan secara jelas, lantaran pulau tersebut tidak memiliki penghuni.

Namun kalau pulau tersebut sudah berpenduduk diminta untuk tidak dijadikan zona konservasi.

"Jangan sampai nanti nanti jadi masalah. Selain itu misalnya, kami minta penataan zonasi ini bisa mengakomodir beberapa pencanangan poros maritim dunia. Yaitu kawasan budidaya, kawasan zonasi, kawasan nelayan tangkap, kawasan industri perikanan, kawasan edukasi perikanan segala penelitian. Terkecuali tambang dalam bentuk apapun, kami minta jangan diakomodir," bebernya.

(posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved