Advertorial
Festival Tanjung Kelayang Event Nasional
PEMERINTAH Kabupaten Belitung menggelar Festival Tanjungkelayang II yang dipusatkan di Pendopo Tanjungkelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pemerintah Kabupaten Belitung menggelar Festival Tanjung Kelayang II yang dipusatkan di Pendopo Tanjungkelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk. Kegiatan berskala nasional itu berlangsung Jumat (15/11) hingga Selasa (19/11) besok.
Tim CEO Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Tasbir dan Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) membuka festival ditandai pemukulan rebana.
Turut mendampingi Ketua DPRD Ansori, Wakil Bupati Isyak Meirobie, Sekretaris Daerah H MZ Hendra Caya, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Hermanto. Seremonial juga ditandai pelepasan tukik di pesisir pantai.
Panitia menyiapkan berbagai rangkaian acara dalam event ini. Antara lain pelangi budaya, drama tari kolosal, cerita rakyat Belitung, pentas seni budaya daerah, lomba vlog, pameran foto & vlog, lomba kreasi bentukan pasir, lomba lukis dan menggambar, fun walk on the beach, parade dan kayak exebition, pameran produk KUMKM, seminar/talkshow, Pameran Pekan Wisata Kecamatan Sijuk, Fashion Show Batik Belitong, serta pesta kembang api.
Disediakan juga stan job fair dan stan KUKM.
Kegiatan yang dimotori Disparekraf tersebut melibatkan dinas koperasi KUKM, perdagangan dan tenaga kerja, dinas perikanan, dan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
“Festival Tanjungkelayang ini sudah terdaftar di kalender event nasional. Ke depan harus lebih serius lagi. Dampaknya harus lebih banyak mendatangkan wisatawan,” kata Bupati Sanem.
Kemenpar, lanjutnya, sudah memberikan dukungan agar event ini menjadi agenda rutin tahunan sebab mengolaborasikan antara budaya, KUMKM, kekayaan alam, dan bahari. Selain itu juga mengangkat potensi tentang kekayaan laut.
“Ini penting karena Belitung sebagai daerah pariwisata memang harus lebih banyak menampilkan atraksi budaya guna menarik wisatawan,” ucapnya.
Rangkaian kegiatan, tambah Sanem, juga berhubungan dengan geopark yang mana menggabungkan budaya dan kekayaan alam. Demikian juga bila dikaitkan ke rumpun Melayu. Di Belitung ini tidak hanya mencakup Indonesia tetapi juga sudah bergabung dengan rumpun Melayu dunia.
“Festival Tanjungkelayang sekaligus mempromosikan Belitung sebagai daerah pariwisata. Ke depan harus bekerja sama dengan negara lain,” katanya.
“Saya pun berharap ke depannya, festival ini bukan hanya tiga hari tapi satu minggu. Itu setiap malam, setiap hari ada event sehingga festival seperti ini betul-betul menjadi daerah tujuan wisata.”
Tentunya, kata dia, ini sangat membantu dalam hal mendatangkan lebih banyak wisatawan. Di sisi lain sebagai bentuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sebab mereka yang berkunjung pasti butuh kuliner, suvenir, hingga kenyamanan transportasi.
“Semakin banyak wisatawan ke Belitung semakin meningkat perekonomian kita,” ujarnya.
15.000 pengunjung
Kepala Disparekraf Hermanto menargetkan 15.000 pengunjung dalam gelaran Festival Tanjungkelayang II, baik lokal, nusantara, maupun mancanegara. Itu dalam rangka mengembalikan geliat kunjungan wisatawan yang sempat tersendat akibat dampak tiket penerbangan yang melonjak beberapa waktu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/festival-tanjungkelayang-event-nasional.jpg)