WIKI BELITUNG

Serunya Menyusuri Perigi Beracun Kawasan Geosite Batu Bedil dan Legenda Dibaliknya

Di Kawasan Geosite Batu Bedil, wisatawan tak hanya bisa menyaksikan hamparan laut dengan granit berukuran besar yang menghasilkan bunyi-bunyian

Serunya Menyusuri Perigi Beracun Kawasan Geosite Batu Bedil dan Legenda Dibaliknya
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Perigi Beracun yang berada di Geosite Batu Bedil, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Di Kawasan Geosite Batu Bedil, wisatawan tak hanya bisa menyaksikan hamparan laut dengan granit berukuran besar yang menghasilkan bunyi-bunyian. Namun saat berkunjung di destinasi Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk tersebut juga ada Perigi Beracun.

Geosite Batu Bedil ini berjarak sekitar 41 kilometer dari Tanjungpandan. Akses jalan menuju destinasi utara Pulau Belitung ini sudah baik, sehingga pilihan transportasi mobil atau motor bisa digunakan. Hanya sekitar tiga kilometer menuju lokasi yang masih belum diaspal dan bertanah merah.

Tulisan Geosite Batu Bedil.
Tulisan Geosite Batu Bedil. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Memasuki kawasan wisata tersebut, setelah memarkir kendaraan, wisatawan bisa memulai menjelajah. Perjalanan bisa dimulai melihat Perigi Beracun. Lokasinya ini tak jauh dari lokasi parkir, hanya perlu sedikit menanjak beberapa meter.

Setelah menanjak, maka titik poin Perigi Beracun bakal ditemukan. Sumur yang telah dipasangi plang kayu tersebut merupakan tempatnya. Perigi dalam bahasa lokal berarti sumur.

Sumurnya memiliki diameter tak lebih dari dua meter. Batas-batas bebatuan mengelilinginya. Tak ada tumbuhan yang menutupi sekitar sumur, hanya ranting kayu yang telah mengering dan rerumputan liar.

Lokasinya pun menyajikan pemandangan yang mengesankan karena hamparan laut berada tepat di seberang mata memandang.

Wisatawan saat mengunjungi Geosite Batu Bedil, Jumat (29/11/2019) sore
Wisatawan saat mengunjungi Geosite Batu Bedil, Jumat (29/11/2019) sore (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Narasi Legenda Sumur Beracun juga dituliskan pada tiga kayu yang telah dicat putih serta diletakkan di sekitarnya. Berikut cerita legenda yang dituliskan kembali Posbelitung.co.

"Sumur beracun di buat oleh Datuk Faqih yang bergelar Datuk Macan Garang. Belia (beliau) dahulu tinggal di daerah ini yang ditugaskan menjaga keaamanan laut di wilayah ini," kalimat pembuka pada narasi yang tampaknya masih memiliki kesalahan ejaan tersebut.

Dulunya, kelompok lanun atau bajak laut yang sering datang menyerang warga setempat. Lanun itu membunuh dan menangkap warga untuk dijadikan pengikutnya. Hal tersebut membuat warga ketakutan hingga melarikan diri ke Padang Batu dan Padang Pendam. Hanya Datuk Faqih dan beberapa warga yang tinggal di tempat itu.

Datuk Faqih yang geram lalu menghentakkan kakinya pada batu. Di batu yang retak itu, Datuk Faqih menggali sumur.

Suatu ketika, kelompok lanun kembali menyerang tempat tersebut. Datuk Faqih kemudian menantang pemimpin lanun adu kesaktian dengan memantrai sumur tersebut. Sebelum bertarung, Datuk Faqih telah memasukkan racun dan batu penawar agar anak cucunya tak terpengaruh racun dari sumur tersebut.

Sebelum adu kesaktian, keduanya melakukan perjanjian. Siapapun yang menang berhak mendapatkan daerah tersebut, namun jika kalah harus angkat kaki.

Narasi Legenda Perigi Beracun.
Narasi Legenda Perigi Beracun. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Disaksikan warga setempat, keduanya mulai mengisi air sumur ke dalam kendi. Keduanya pun mulai meminum air tersebut. Tak lama, pemimpin lanun menghempaskan kendi, racun menjalar dalam tubuhnya.

Sejak itu, lanun tidak pernah datang ke daerah tersebut, hingga kemudian hari masyarakat menyebutnya sebagai perigi beracun.

Begitulah Legenda Perigi Beracun yang dimuat dalam narasi yang diletakkan sekitar sumur tersebut. Setelah berfoto di dekat Perigi Beracun, wisatawan juga bisa berkeliling menikmati beragam pesona Batu Bedil. Selamat liburan. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved