Prediksi Cuaca Ekstrem Dua Pekan ke Depan, Ini Imbauan Kepala BMKG

Dalam penjelasannya, Dwikorita mengatakan aliran udara basah dari Timur Afrika diperkirakan menuju wilayah Indonesia

Editor: Kamri
TWITTER/@infoBMKG
Tangkapan layar postingan Twitter @info BMGK, peringatan dini cauca di wilayah Bangka Belitung, Senin (30/12/2019) 

Prediksi Cuaca Ekstrem Dua Pekan ke Depan, Ini Imbauan Kepala BMKG

POSBELITUNG.CO - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengumumkan perkembangan prediksi cuaca terkini dan potensi bencana dalam dua pekan ke depan yang patut diwaspadai, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Banjir Jabodetabek di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).

Heboh Penampakan Harimau, Mukminin Mematung saat Kontak Mata

Dalam penjelasannya, Dwikorita mengatakan aliran udara basah dari Timur Afrika diperkirakan menuju wilayah Indonesia dan dapat mengakibatkan potensi hujan ekstrem pada 10-15 Januari.

Selanjutnya, pergerakan aliran udara basah juga masih akan berlanjut pada Januari akhir hingga pertengahan Februari 2020.

"Aliran udara basah masuk ke Indonesia diperkirakan pada tanggal 10-15 Februari 2020 dan siklus berulang pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2020," ungkap Dwikorita dalam siaran resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima, Kamis (2/1).

Balita Lolos dari Terjangan Banjir Setinggi Dua Meter, Pasukan Ini Yang Menyelamatkannya

Sejumlah wilayah di Indonesia yang diprediksi akan terdampak hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem tersebut menurut pradiksi BMKG meliputi Sumatera bagian tengah, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan hingga tenggara.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu sebagai antisipasi kemungkinan bencana yang dapat berpotensi terjadi.

Sebagai upaya mengantisipasi potensi bencana dari prakiraan cuaca ekstrem tersebut, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap membantu menanggulangi banjir besar.

Tiga Artis Ini Menjadi Korban Banjir, Siapa saja? Lihat Penampakan Rumah Mereka

Yaitu akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Jabodetabek sejak Selasa (31/12) dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Tri Handoko Seto, mengatakan BPPT akan menggunakan TMC untuk percepatan penurunan hujan.

Rencananya BPPT akan mempercepat penurunan hujan di Selat Sunda atau Lampung, namun jika arah angin menuju ke timur akan diupayakan diturunkan ke waduk-waduk seperti Jatiluhur dan Jatigede.

Untuk membantu proses TMC tersebut BPPT bersama BNPB dan TNI akan mengerahkan 2 jenis pesawat yakni CN295 dan Casa.

Dalam rapat yang sama, Kementerian BUMN menyatakan akan membantu membentuk tim bantuan dukungan banjir di wilayah Jabodetabek.

Untuk masing-masing sektor, yaitu Jakarta Pusat,Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Bogor dan Bekasi.

Masing-masing menempatkan empat orang perwakilan di masing-masing wilayah tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved