Berita Belitung

Aktivitas Nelayan Berkurang, Harga Ikan di Pasar Tanjungpandan Mengalami Kenaikan

Terpantau sesudah libur tahun baru sampai hari ini harga ikan di Pasar Tanjungpandan masih tinggi.

posbelitung.co/Ferdi Aditiawan
Aktivitas di Pasar Ikan Tanjungpandan, Rabu (15/1/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Harga ikan di pasar ikan Tanjungpandan mengalami kenaikan.

Hal ini disebabkan kurangnya pasokan ikan karena aktivitas nelayan berkurang melihat cuaca serta gelombang tinggi memasuki musim barat.

Pengepul sekaligus Sekretaris Forum Pasar Ikan Peduli (FPIP) pasar ikan Tanjungpandan Dian Idil mengatakan terpantau sesudah libur tahun baru sampai hari ini harga ikan masih tinggi.

Selain itu juga bertepatan dengan bulan terang, jadi aktivitas melaut para nelayan belum seperti hari normal biasanya yang membuat pasokan berkurang.

"Hal ini sudah biasa namanya juga hukum pasar, apabila pasokan kurang permintaan banyak positif harganya naik. Kemungkinan minggu depan akan kembali normal," kata Dian Idil kepada posbelitung.co, Rabu (15/1/2020) di tempat pengepulan ikan.

Ia menyebutkan secara umum ikan lokal yang banyak mengalami kenaikan. Adapun jenis ikan lokal tersebut yakni ikan Banyer yang saat ini mencapai Rp.50.000 per kilogram, ikan Tongkol Rp.35.000 per kilogram, Ikan Bulat Rp.40.000 per kilogram, ikan Ekor Kuning Rp. 30.000 per kilogram, ikan Tambak Rp.30.000 per kilogram.

Kapal Nelayan yang bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, Kamis (16/1/2020)
Kapal Nelayan yang bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, Kamis (16/1/2020) (bangkapos.com/Ferdi Aditiawan)

Sedangkan ikan ekspor seperti ikan Kakap Merah, ikan Tenggiri, dan ikan Krapu saat ini harganya mencapai Rp.80.000- Rp.85.000 per kilogram.

"Jadi mengalami kenaikan sekitar 10 persen," ungkap Dian Idil.

Ia menjelaskan terkait aktivitas nelayan melaut saat ini lebih banyak pengeluaran dari pada pendapatan.

Melihat hasil tangkapan ikan para nelayan yang pada hari normal mencapai 500 kilogram, saat ini paling banyak hanya 100 kilogram.

Setiap hari memang masih ada nelayan yang melaut walaupun keadaan cuaca sekarang tidak bersahabat, tapi tangkapannya hanya cukup untuk lauk di rumah, tidak untuk dijual.

"Karena namanya juga di laut selalu menghadapi ketidakpastiaan, ditambah juga dengan keadaan cuaca sekarang," imbuh Dian Idil.

Lebih lanjut ia mengatakan terkait hal ini berimbas pada penjualan setiap minggunya.

Umumnya satu lapak rutin berjualan satu minggu, saat ini hanya dua sampai tiga hari dalam seminggu karena tak ada sama sekali pasokan ikan.

"Omsetnya satu lapak dalam seminggu bisa sampai Rp. 5 juta, sekarang cuma Rp 1 Juta sampai Rp 2 Juta, sangat turun drastis," keluh Dian Idil.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved