Berita Belitung

Empat Bulan Digarap, Panen Kebun Melon di Desa Tanjung Binga Belitung Capai 5 Ton Tiap Pekan

Setiap minggu menghasilkan panen mencapai lima ton. Hingga sekarang sudah melakukan panen sebanyak tiga kali.

Empat Bulan Digarap, Panen Kebun Melon di Desa Tanjung Binga Belitung Capai 5 Ton Tiap Pekan
posbelitung.co/Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), senin (3/2/2020) melakukan peninjauan kebun melon di Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Berada di atas hamparan tanah merah, sekitar 50 meter dari pesisir pantai dan terletak di perbukitan kecil seluas lima hektar di Desa Tanjung Binga, Kabupaten Belitung Senin (3/2/2020) sebuah perkebunan melon tumbuh sangat subur.

Setiap minggu menghasilkan panen mencapai lima ton. Hingga sekarang sudah melakukan panen sebanyak tiga kali. Padahal perkebunan melon tersebut baru digarap pemiliknya selama empat bulan.

Hasil melon tersebut, sekarang ini sudah dipasarkan oleh pemiliknya bernama Candra Iswadi di berbagai pasar swalayan di Negeri Laskar Pelangi. Namun sebagian dari panen buah melon itu ikut di pasarkan pada sebuah supermarket di Jakarta.

"Sampai sekarang sudah tiga kali panen dan besok kami panen lagi. Iya setiap minggu panen lima ton dan langsung kami pasarkan ke swalayan. Tapi ada juga yang ke Jakarta, itu 1,5 ton setiap minggu kami kirim. Ini melon yang premium dan jenis melonnya, melon GE," ucap Candra kepada Posbelitung.co, senin (3/2/2020).

Satu buah melon yang dihasilkan mencapai ukuran 1-1,3 Kilogram dan sekarang sudah semakin banyak permintaan dari pasaran.

Candra sudah berencana untuk terus mengembangkan melon tersebut hingga mencapai 10 hektar.

"Ini baru lima hektar yang bisa kami garap dan akan terus kami garap. Untuk melon ini, dari tanam awal hingga panen membutuhkan waktu 95 hari. Khusus di Belitung harus menggunakan pupuk organik, agar ditanaman selanjutnya kondisi tanah tetap terjaga," ujarnya.

Untuk mendapatkan hasil yang bagus dan bisa melakukan penanaman melon di Belitung, lelaki bertubuh besar tersebut bukan baru mencoba menanam melon.

Butuh waktu tiga tahun gagal, lelaki berkulit putih tersebut berhasil menanam melon dengan kualitas yang bagus.

"Tiga tahun saya coba terus, dulu di green house, setelah beberapa kali gagal dan dilakukan penelitian selama itu baru kami dapat SOP nya. Termasuk berbagai benih kami coba dan ternyata kalau di Belitung harus menyesuaikan dengan iklim," jelasnya.

Pada iklim sekarang ini yang cocok adalah menanam melon berwarna kuning dan apabila ada perubahan iklim nantinya, maka melon berwarna kuning ini tidak bisa ditanam dan harus digantikan dengan melon jenis lain atau berwarna hijau.

"Jadi jangan heran nanti berubah - ubah melon nya, tapi tetap tanaman melon. Saya memilih tanaman melon ini, karena memang di Belitung bisa dibilang belum ada, jadi peluang itu kami manfaatkan. Termasuk seperti semangka juga kami ada tanam," ungkapnya.

Kata Candra, untuk menanam melon di Belitung sebetulnya tidak begitu sulit hanya saja harus pintar melihat kondisi iklim dan pemupukan, serta merawat tanaman melon tersebut.

"Kalau di tempat kami ini, paling yang jadi tantangan hama penyakit karena masih di seputaran hutan. Terus PH air nya tidak bisa sembarang, harus disesuaikan. Tapi yang jelas, ini akan terus kami kembangkan dan nanti akan dirapikan dan bisa diarahkan sebagai tempat wisata. Untuk pemasaran, kami utama untuk market lokal dulu, kalau sudah cukup baru memenuhi kebutuhan di luar," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved