Virus Corona

Hanya Dalam Waktu 3 Hari, Thailand Ternyata Mampu Sembuhkan Pasien Corona, Ternyata Ini Rahasianya

Hanya dalam Waktu 3 Hari, Thailand Ternyata Mampu Sembuhkan Pasien Corona, Ternyata Ini Rahasianya

freepik.com
Ilustrasi Suntik 

Hanya Dalam Waktu 3 Hari, Thailand Ternyata Mampu Sembuhkan Pasien Corona, Ternyata Ini Rahasianya

POSBELITUNG.CO -- Sejak diumumkannya penyebaran virus corona sebagai status darurat kesehatan internasional oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), menandakan betapa berbahayanya dunia saat ini.

Apalagi, data-data menunjukkan bahwa virus corona tak hanya semakin menyebar, tapi juag semakin banyak merenggut korban jiwa.

Diketahui sudah ada 362 orang yang tewas akibat terkena virus corona, Senin (3/2/2020).

Merujuk pada data tersebut, maka virus corona memakan korban jiwa lebih banyak dibandingkan dengan SARS (349 jiwa).

Untungnya, di balik kabar memilukan tersebut, muncul kabar gembira tentang pasien-pasien corona yang berhasil disembuhkan.

Kenali Jantung Rematik, Ternyata Gangguan Kesehatan yang Kerap Ancam Anak-anak, Ini Jelasnya

Salah satu yang paling menjadi sorotan saat ini adalah sembuhnya seorang pasien corona di Thailand.

Uniknya, pasien tersebut dapat sembuh hanya dalam waktu 48 jam setelah dokter membuat antivirus racikan untuk dua jenis penyakit.

Antivirus apa saja yang digunakan? Simak ulasannya berikut ini.

Seorang wanita Tionghoa yang terinfeksi virus corona menunjukkan peningkatan dramatis setelah dia dirawat dengan campuran antivirus yang digunakan untuk mengobati flu dan HIV.

Melansir South China Morning Post, hal itu diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Thailand pada hari Minggu.

Mendadak Puluhan Tahanan Wanita Hamil di Penjara, Hasil Tes Mengungkapkan Fakta yang Mengejutkan

Menurut dokter Kriengsak Attipornwanich selama konferensi pers harian kementerian mengungkapkan, pasien 71 tahun itu dites negatif untuk virus corona 48 jam setelah dokter Thailand memberikan kombinasi obat.

"Hasil lab positif pada virus corona berubah negatif dalam 48 jam," kata Kriengsak kepada South China Morning Post.

"Dari posisi kelelahan sebelumnya, 12 jam berikutnya, dia bisa duduk di tempat tidur."

Para dokter menggabungkan obat anti-flu oseltamivir dengan lopinavir dan ritonavir, antivirus yang digunakan untuk mengobati HIV, kata Kriengsak, seraya menambahkan bahwa kementerian sedang menunggu hasil penelitian untuk membuktikan temuan itu.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved