Lontong Cap Go Meh Hidangan Spesial Hari ke-15 Imlek, Begini Sejarah dan Maknanya

Nah, di Indonesia, masyarakat keturunan Tionghoa punya makanan khas yaitu lontong cap go meh.

Editor: Novita
KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA
Ilustrasi lontong cap go meh 

POSBELITUNG.CO - Siapa yang suka makan lontong opor? Hidangan yang satu ini memang nikmat.

Bagaimana dengan lontong cap go meh? Apa kamu sudah pernah mencobanya?

Lontong cap go meh adalah hidangan khas hari terakhir perayaan Imlek.

Nah, di Indonesia, masyarakat keturunan Tionghoa punya makanan khas yaitu lontong cap go meh.

Cari tahu kisahnya, yuk!

Hidangan Spesial Cap Go Meh

Pada hari ke-15 Tahun Baru Imlek, ada banyak keluarga keturunan Tionghoa yang akan berkumpul untuk makan malam bersama.

Hari ke-15 ini disebut Cap Go Meh. Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian yang artinya malam ke-15 atau malam bulan purnama menurut kalender Tionghoa.

Lontong cap go meh adalah masakan peranakan. Makanan ini adalah campuran dari masakan Tiongkok dan Jawa.

Menurut pemerhati budaya Tionghoa, Agni Malagina, lontong Cap Go Meh ini ditemukan di sekitar wilayah pesisir Jawa.

Saat ini lontong Cap Go Meh juga bisa dinikmati sepanjang tahun, karena ada banyak restoran yang menyajikannya. Terutama di wilayah pantai utara Jawa.

Ada beberapa sejarah tentang bagaimana kisah awal lontong Cap Go Meh ini.

Yang pertama, ada yang mengisahkan kalau imigran Tiongkok abad ke-14 di Indonesia menikah dengan perempuan Jawa. Kemudian terciptalah budaya Peranakan Tionghoa-Jawa.

Nah, di Tiongkok, orang-orang merayakan Tahun Baru Imlek dengan hidangan kue beras atau yuan xiao.

Kue beras inipun digantikan dengan lontong, yang juga dibuat dari beras. Kemudian disajikan dengan masakan Jawa.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved