Berita Belitung Timur
Semarak Perayaan Cap Go Meh di Gantung Belitung Timur
Umat Konghucu yang berdatangan sejak pagi silih berganti melakukan sembahyang di kelenteng Fuk Tet Che Gantung
POSBELITUNG.CO , BELITUNGTIMUR - Atraksi pertunjukan Barongsai menjadi daya tarik bagi pada perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Fuk Tet Che, Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (8/2/2020).
Tak hanya diperuntukan bagi warga keturunan Tionghoa, pertunjukan ini juga dinikmati warga sekitar Kecamatan Gantung, Belitung Timur
Perayaan Cap Go Meh kali ini berlangsung meriah.
Umat Konghucu yang berdatangan sejak pagi silih berganti melakukan sembahyang di kelenteng Fuk Tet Che Gantung.
Di antara ramainya pengunjung , tampak anggota DPRD Beltim Jimmy Tjong juga khusuk melakukan sembahyang di kelenteng tersebut.
Ditemui Posbelitung.co , mantan Wakil Ketua DPRD periode 2014-2019 tersebut menuturkan Cap Go Meh merupakan penutup tahun batu Imlek.
Perayaan ini melambangkan 15 hari setelah perayaan tahun baru Imlek.
"Untuk perayaan di Belitung Timur mungkinnya seperti ini,apa adanya, berbeda mungkin dengan daerah lain seperti Singkawang, ramai sekali," ujar Jimmy kepada posbelitung, Sabtu (8/2/2020).
Tahun lalu, Jimmy merayakan Cap Go Meh tahun lalu di Kecamatan Manggar.
Namun pada tahun ini agar lebih terasa dan lebih ramai, perayaan Cap Go Meh dipusatkan di Kelenteng Fuk Tet Che Gantung.
Pada tahun tikus logam ini, Jimmy berharap mudah-mudahan ke depan agar pemerintahan bisa berjalan lebih baik.
Dia juga mengatakan, karena memasuki tahun Pilkada, maka masyarakat diharapkan menjaga kerukanannya.
"Semoga saja pada Pilkada ini kita mendapatkan calon yang terbaik, agar sama-sama membangun Belitung Timur," ujarnya.
Sementara itu, Rombongan Fokopimda Kabupaten Belitung Timur, yang dipimpin oleh Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza juga turut menjadi tamu undangan dalam perayaan Cap Go Meh di Gantung.
Ditemui di sela kunjungan, Bupati Yuslih menuturkan sengaja hadir bersama Forkopimda.
"kami disini menyampaikan selamat hari Cap Go meh, yang juga merupakan hari ke-15 kepada penganut Konghucu, dannwarga keturun Tionghoa yang ada di Belitung Timur, semoga rezeki, kesehatan, keberkahan semuanya dapat diraih kita seluruhnya, khususnya masyarakat gantung dan warga tionghoa yang ada di gantung ini, " ujar Yuslih.
• Olahan Jamur Tiram, Sayur-sayuran hingga Beras Merah Dijual di Pasar Tani Desa Perawas
Menurut Yuslih, kunjungan ini sebenarnya adalah perwujudan kerukunan Masyarakat Belitung Timur dan kerukunan antarumat beragama.
"Jadi kita juga saling menghormati agama orang lain, kita menjaga kerukunan nah ini lah, dan Belitung Timur selama ini Alhamdulillah cukup kondusif, Etnis suku dan ras bisa berjalan berbarengan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelenteng Fuk Tet Che Gantung, Akin mengatakan perayaan Cap Go Meh rutin diadakan setiap tahunnya, setiap tanggal penutup Imlek atau selang setelah 15 hari imlek.
"Barongsai sama orgen sebenarnya untuk hiburan saja, jadi aktrasi pertunjukan bukan hanya untuk umat konghucu saja tapi untuk yang beragama lain yang menonton dan membaur, cuman khusus sembayang untuk umat Konghucu," ujarnya.
Menurutnya perayaan cap Go Meh di Gantung dimulai dari sembayang sejak pukul 09.00 pagi, sampai dengan pukul 14.00, selanjutnya hiburan barongsai, atraksi barongsai menurutnya barongsai menujukan sebagai kebudayaan dari masyarakat Tionghoa, danuntuk hiburan.
"Harapan saya semua masyarakat itu lebih maju lah, harap Indonesia lebih maju lah, keberagaman kita toleransinya lebih bagus lah," harapnya. (Posbelitung.co / Suharli)