Nikita Mirzani Tabuh Genderang Perang Menantang Mantan Suaminya Sajad Ukra dan Istrinya
Perang adu sindir yang dilakukan Nikita Mirzani dengan pihak mantan suaminya, Sajad Ukra sepertinya kian memanas.
POSBELITUNG.CO - Perang adu sindir yang dilakukan Nikita Mirzani dengan pihak mantan suaminya, Sajad Ukra sepertinya kian memanas.
Beberapa waktu yang lalu, Nikita terlihat mengunggah sebuah rekamanvoice note di laman Instagram pribadinya.
Sebuah voice note yang disebutkan Nikita sebagai suara mantan suaminya itu diunggah lantaran telah melakukan penghinaan.
Bahkan voice note yang lain menyatakan secara terang-terangan bahwa Sajad Ukra dan istrinya lah yang membuat artis kontroversi itu masuk penjara.
Suara yang diduga milik Sajad Ukra itu diunggah pada Kamis (6/2/2020) dan ditambahkan sebuah caption.
"Kita dengar kan dan samakan suara nya," tulis wanita yang akrab disapa Nyai ini.
"Panggil istri nya sajad ukra juga pak polisi. Menghina sekali. Saya setuju bukan dengan dia Mengapa dia begitu sok jago sok berkuasa," tambahnya dalam caption.
Nikita seolah menabuh genderang untuk kembali berperang dan berurusan dengan polisi.
Nikita Mirzani justru semakin menunjukkan perlawanan untuk memenjarakan mantan suaminya sekaligus istri Sajad Ukra.
Melansir dari kanal Youtube Trans 7 Travel Living Adventure pada Minggu (9/2/2020), Nikita Mirzani yang sempat menjadi tersangka tahanan kota atas persetruannya dengan Dipo Latief nyatanya tak membuat ibu 3 anak itu gentar.
Kini Nikita Mirzani justru menantang mantan suaminya sekaligus istri Sajad Ukra untuk bertemu di kantor polisi.
Yakni untuk mendengarkan rekaman suara yang diunggah Nikita Mirzani dalam Instagram pribadinya itu.
Bahkan Nikita Mirzani meminta ormas seluruh Indonesia untuk menjebloskan mantan suaminya ke penjara atas rekaman tersebut.
"Dan bagi siapapun yang sudah melaporkan Sajad Ukra ini, buat seluruh ormas di seluruh Indonesia saya siap menjadi saksi, taruh saja nama saya sebagai saksi di situ," ujarnya via telepon dikutip Grid.ID dari Selebrita Pagi.
"Bangsa Indonesia dibilang korupsi, polisi bisa dibayar untuk memenjarakan orang termasuk Nyai."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/tak-jera-berurusan-dengan-hukum.jpg)