Mengenal 3 Varian Cokelat di Pasaran dan Perbedaannya

Ada yang tak begitu pahit, ada juga yang sangat manis. Lantas apa saja jenis- jenis cokelat dan apa yang jadi pembeda di antaranya?

Editor: Novita
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

POSBELITUNG.CO - Cokelat yang biasa kamu makan dan tersebar di pasaran ternyata punya beberapa varian berbeda.

Setiap varian memiliki rasa dan kandungan yang berbeda pula. Ada yang terasa pahit seperti rasa cokelat asli.

Ada yang tak begitu pahit, ada juga yang sangat manis. Lantas apa saja jenis- jenis cokelat dan apa yang jadi pembeda di antaranya?

1. Dark chocolate

Dilansir dari thespruceeats, cokelat jenis ini mengandung pasta cokelat, gula, cocoa butter, vanilla, dan lecithin yang berfungsi sebagai emulsifier.

Dark chocolate tidak ditambahkan susu. Maka dari itu tingkat kandungan cokelatnya pun cukup tinggi.

Bisa mulai dari 30 persen untuk dark chocolate yang agak manis hingga 70 persen dan 80 persen untuk dark chocolate yang sangat dark.

“Karena kandungan kakao yang lebih tinggi, maka kandungan lemak juga lebih rendah dan memiliki warna lebih tua atau gelap. Rasanya sedikit ada rasa pahit yang khas,” jelas Pastry Chef Hotel Pullman Jakarta Feri Sulfian ketika dihubungi Kompas.com pada Senin (11/02/2020).

2. Milk chocolate

Sesuai namanya, cokelat ini mengandung milk atau susu. Jika dark chocolate memiliki kandungan berupa pasta cokelat dan cocoa butter, milk chocolate ditambahkan susu berupa susu kental manis atau susu bubuk.

Milk chocolate harus mengandung paling sedikit 10 persen pasta cokelat dalam standar Amerika Serikat, 3.39 persen lemak butter dan 12 persen susu.

Milk chocolate biasanya terasa lebih manis dari pada dark chocolate dan punya warna yang lebih terang.

Milk chocolate lebih halus teksturnya daripada dark chocolate. Dan juga lebih manis serta mengandung krim.”

Milk chocolate tak memiliki rasa cokelat yang kuat. Tak itu saja, milk chocolate juga agak sulit dilelehkan atau melalui proses tempering.

Milk chocolate lebih rawan terjadi overheating atau kelebihan panas yang akhirnya membuat cokelat menjadi gosong.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved