Berita Belitung

Belajar Membentuk Akhlak Anak ala Yayasan Qurrota'ayun

Yayasan yang terletak di Jalan Air Ketekok, Tanjungpandan ini memiliki tempat penitipan anak, play group, taman kanak-kanak, taman pendidikan Alquran

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Ustadzah bersama siswa TK Qurrota'ayun sedang menyiapkan beras yang akan disedekahkan, Jumat (14/2/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG  - Pendidikan anak usia dini tak bisa dianggap sepele. Karena justru saat masih belia, pendidikan anak akan mempengaruhi di masa perkembangannya. Makanya di Yayasan Qurrota'ayun memfokuskan pendidikan pada pembentukan akhlak.

Yayasan yang terletak di Jalan Air Ketekok, Tanjungpandan ini memiliki tempat penitipan anak, play group, taman kanak-kanak, hingga taman pendidikan Alquran.

Saat Posbelitung.co berkunjung pada Jumat (14/2/2020), beragam aktivitas tengah dilakukan para ustadzah bersama anak-anak.

Kepala Sekolah Qurrota'ayun Damayanti mengatakan, sejak berdiri pada 2008 silam, pendidikan yang diterapkan memang lebih difokuskan pada pembentukan akhlak.

"Karena sebenarnya tatanan akhlak dan ilmu kan masih tinggi akhlak, jadi ketika adab baik, secara otomatis ilmu akan mengikuti," ujarnya.

Sehari-hari karakter anak dibentuk dengan kebiasaan-kebiasaan baik. Kedatangan mereka setiap pukul 7.00 WIB disambut para ustadzah. Aktivitas pagi dimulai dengan jurnal pagi, ketika anak-anak diminta menggambar bebas.

Ini dilakukan buat mengetahui kondisi anak, apakah anak memiliki masalah atau tidak ketika berangkat dari rumah. Dilanjutkan dengan tahsin.

Biasanya anak juga diajak bermain, dikenalkan dengan permainan tradisional. Tiap pagi anak juga diajak Salat Dhuha. Anak-anak usia dini itu didampingi agar berwudhu secara mandiri.

Kemandirian saat berwudhu ini dilakukan agar mengajarkan anak konsep konsep ibadah yang baik.

Bahwa ketika salat harus membersihkan diri dulu, jadi anak tahu ketika menghadap Allah harus dalam keadaan baik. Selepas Salat Dhuha, anak-anak lalu mengikuti tahfidz atau menghafal Alquran.

"Kalau sekarang anak TK B sudah sampai surah Al Mutthafiffin, jadi hampir satu juz. Anak-anak yang dikuatkan agama, biasa pengetahuannya berkembang baik, mengikuti. Karena anak-anak yang menghafal Alquran itu cerdas," jelasnya.

Anak juga diajak menikmati bekal saat snack time. Bekal anak juga selalu dikoordinasikan dengan orang tua mengenai makanan yang sehat.

Barulah setelah itu anak belajar menggunakan metode BCCT (beyond center and circle time). Melalui pembelajaran ini, aktivitas dipusatkan pada anak yang proses pembelajarannya berpusat pada sentra.

Melalui pendekatan ini maka bisa mengasah keterampilan kognitif, psikomotorik, bahasa, sosial-emosional anak usia dini.

"Setelah itu baru istirahat dan makan bersama. Setelah itu tahfidz, kalau pagi surat baru, kalau siang surat-surat sebelumnya mereka muroja'ah atau mengulang. Dilanjutkan literasi gurunya bercerita, juga mengenalkan abjad dan angka dengan tidak memaksa anak," lanjutnya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved