Pesepakbola Perancis Ini Sungguh Malang, Penis Digigit Lawan Main, Korbannya Malah Dapat Sanksi

Pesepakbola Perancis Ini Sungguh Malang, Penis Digigit Lawan Main, Korbannya Malah Dapat Sanksi

kompas.com
ilustrasi sepakbola 

"Sangat jarang terjadi dengan memberikan sanksi dalam durasi bertahun-tahun, ada kurang dari 10 per tahun," jelas Saling. "Kasus ini cukup rumit, tapi pasti ada ketegangan yang tidak menyenangkan, sehingga komite disiplin menjatuhkan sanksi berat," ungkapnya.

Sebagai informasi, pertandingan antara Soetrich dengan Terville berakhir dengan skor imbang 1-1. Baca juga: Shin Tae-yong Larang Pemain Timnas Indonesia Makan Gorengan Saat di Klub Kedua tim tersebut merupakan klub yang bermain di 2eme Division Groupe A.

Skorsing 5 Tahun Pemain Indonesia

Naas bagi mantan pemain PSM era 2011/2012, Achmad Hisyam Tolle. Ia diberi sanksi tegas oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Sesuai hasil Komdis PSSI, Jumat (25/10/2019) dilansir liga-indonesia.id Hisyam Tolle mendapatkan larangan beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI selama lima tahun.

Sanksi tersebut didapatkannya usai menendang pemain Persis Solo dan mengintimidasi wartawan (photografer).

Tolle sejatinya telah menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan dan Persis Solo.

"Saya pribadi mau menyampaikan perihal tentang kejadian kemarin pada saat pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo," ucap Achmad Hisyam Tolle dilansir Bola Sport.

"Pertama-tama saya memohon maaf atas perilaku saya yang buruk sebagai pesepak bola profesional, khususnya saya meminta maaf kepada pemain Persis Solo yang bersangkutan dan juga kepada wartawan," jelasnya.

Namun, hal tersebut tak lantas membebaskan Tolle dari sanksi.

Hukuman larangan bermain juga diberikan kepada pemain PSIM lainnya, Raymond Ivantonius dan Aldaier Makatindu.

Raymond yang juga pemain asal Makassad dilarang bermain sebanyak dua pertandingan karena terbukti memukul pemain Persis Solo. Adapun Aldaier mendapatkan teguran keras karena telah mengintimidasi wartawan.

Melihat tingkahnya seperti itu, Pelatih PSM Makassar pada 2015 lalu, Assegaf Razak angkat bicara.

"Ini Tolle waktu saya latih, anaknya baik disiplin tidak seperti sekarang. Kenapa bisa indispliner seperti ini? Saya lihat tergantung juga pelatih yang tangani anak-anak," kata Assegaf via pesan WhatsApp, Minggu (27/10/2019).

"Jadi tergantung bagaimana pendekatan pelarih dan selalu memberikan pandangan yang positif bagi anaak-anak," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved