Breaking News:

Berita Sungailiat

Pengerit di SPBU Ini Bisa Isi BBM Semaunya ke Jerikan, Kapolres Bangka Bilang Begini

Anehnya menurut mereka, justru para pengerit penimbun solar yang malah diutamakan oleh pihak SPBU.

(IST/Photo Kiriman Warga)
Tampak antrian di SPBU Kayuarang Desa Cit Riausilip Bangka, semeraut. Tampak pula terduga pengerit memegang nozel sendiri mengisi BBM di sejumlah jeriken dalam bak mobil pickp. 

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Warga mengeluhkan antrian pembelian bahan bakar minyak (BBM), yang semeraut di SPBU Dusun Kayuarang Desa Cit Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka. 

Semrawutnya SPBU ini diduga karena pelaku penyimpangan atau penimbun BBM, jenis solar yang terkesan 'merajalela' di stasiun pengisian bahan bakar ini.

"Akibatnya kami susah dapatkan bahan bakar karena antrian pengerit di SPBU Kayuarang semeraut. Hanya oang-orang tertentu yang hanya bisa beli solar, menggunakan sejumlah jeriken atau mobil tanki modif. Kalaupun beli solar pakai kartu, masa satu mobil bisa isi sembilan kartu?" kata sebuah sumber, Warga Riausilip, Sabtu (29/2/2020) seraya mengirim bukti berupa dokumentasi foto tentang kondisi antrian solar menggunakan jeriken dan tanki modif di SPBU Ini.

Sumber tersebut juga menyesalkan karena adanya pihak tertentu yang seolah 'menguasai' pembelian minyak di SPBU ini.

Bahkan pihak tertentu pula yang seenaknya memonopoli pembelian BBM, khususnya solar untuk dijual kembali ke penambang timah.

"Aneh, masa pembeli atau pengerit bisa pegang nozel sendiri isi solar ke jeriken di dalam mobil, semaunya. Silahkan buka CCTV yang asli di SPBU ini, pasti ketahuan siapa pelakunya," kata warga ini mengaku mengantongi banyak dokumen, termasuk video.

Keluhan serupa sebelumnya telah disampaikan warga lainnya. Padahal warga mengaku solar yang mereka beli di SPBU ini, bukan untuk dijual kembali, melainkan untuk kepentingan angkutan umum.

Anehnya menurut mereka, justru para pengerit penimbun solar yang malah diutamakan oleh pihak SPBU.

"Padahal kami beli solar untuk truk angkut buah sawit, untuk truk angkutan toko dan untuk kepentingan umum sehari-hari, bukan untuk dijual kembali ke penambang. Tapi kami malah susah dapatkan solar. Sedangkan para pengerit yang menimbun solar dan jual kembali solar ke penambang, malah leluasa beli solar di SPBU ini, malah bisa pegang nozel sendiri," keluh warga.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulsityono kepada Bangka Pos, Sabtu (29/2/2020) mengaku baru menerima kabar soal dugaan yang dimaksud.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved