Empon-empon Diburu Warga Karena Diyakini Bisa Jadi Penangkal Virus Corona, Ini Hasil Penelitiannya

Perburuan warga terhadap empon-empon, karena diyakini dapat menjaga daya tahan tubuh, sehingga terhindar dari penularan virus corona.

Tayang:
Editor: Rusmiadi
(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)
Puji (50) penjual rempah-rempah, menunjukkan paket empon-empon corona, di Pasar Wage Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2020). Warga meyakini empon-empon bisa menjadi penangkal virus corona 

POSBELITUNG.CO - Empon-empon atau rempah tradisional mendadak paling banyak diburu oleh warga, sejak merebak kabar virus corona.

Terlebih lagi setelah ada dua warga Depok yang positif terinfeksi virus paling ditakuti warga dari berbagai belahan dunia ini.  

Seperti dikutip dari Kompas.com, perburuan warga terhadap empon-empon, karena  diyakini dapat menjaga daya tahan tubuh, sehingga terhindar dari penularan virus corona.

Bahkan di Pasar Wage Purwokerto, Jawa Tengah, ada salah satu pedagang yang menjual paket rempah yang disebut dengan 'empon-empon corona'.

Paket tersebut berisi temulawak, kunyit, jahe, kayu manis dan serai yang dibungkus dalam plastik kecil.

Puji (50) yang menjual paket tersebut menuturkan, sejak pagi banyak pembeli yang menanyakan 'empon-empon corona'.

Paket kecil berisi sejumlah rempah-rempah itu dijual dengan harga Rp 6.000.

"Tadi pagi ada yang datang dan bilang 'mbak bikinin empon-empon corona'. Dari pagi banyak yang beli, lumayan," kata Puji saat ditemui Selasa (3/3/2020).

Puji mengaku mengetahui informasi mengenai empon-empon yang berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh dari televisi.

"Saya lihat di televisi, dokter siapa itu yang bilang. Saya memang jualan kaya gini (empon-empon) sejak lama, sejak tahun 2000-an, jadi saya ingat-ingat ramuannya. Saya bikin (paket) kecil-kecil begini" ujar Puji.

Puji mengatakan sebelum dikonsumsi empon-empon tersebut digeprek lalu direbus terlebih dahulu.

Air rebusan kemudian diminum, agar lebih nikmat bisa ditambah dengan gula batu atau gula aren.

"Harganya ada beberapa yang naik, seperti jahe yang mengalami kenaikan, sebelumnya Rp 30.000 per kilogram, sejak kemarin naik jadi Rp 45.000 per kilogram. Temulawak juga naik dari Rp 8.000 per kilogram jadi Rp 12.000 per kilogram, kalau yang lainnya masih normal," kata Puji.

Yanti (52), warga Purwokerto, mengaku sudah sejak lama mengkonsumsi air rebusan rempah-rempah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved