Berita Belitung

Kelompok Wanita Tani Lestari Manfaatkan Perkarangan Rumah untuk Bercocok Tanam

Hamparan sayuran tertata rapi di sepanjang jalan lapangan sepak Poras, Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Belitung Timur.

Posbelitung.co/Suharli
Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Mengkubang kecamatan Damar, Belitung Timur. Minggu (8/3/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG  - Hamparan sayuran tertata rapi di sepanjang jalan lapangan sepak Poras, Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Belitung Timur.

Sebanyak 30 rumah di jalan tersebut kompak menanam beragam sayuran tiga tahun belakangan ini.

Uniknya kegiatan yang telah diusahakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari ini, tak hanya menanam sayuran dataran rendah saja, akan tetapi sayuran dataran tinggi pun tampak disepanjang jalan tersebut.

Budidaya mengunakan polybag dan pot-pot dari barang bekas menghasilkan pemandangan yang apik diperkarangan rumah.

Ketua KWT Lestari, Sumatina mengaku awal mula kelompok tani ini mencoba bertanam hanya sekedar untuk mengijuti lomba saja pada 2017 silam, namun kebiasan itu menjadi keseharian hingga 2020 kini.

Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Mengkubang  Kecamatan Damar, Belitung Timur. Minggu (8/3/2020)
Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Mengkubang Kecamatan Damar, Belitung Timur. Minggu (8/3/2020) (Posbelitung.co/Suharli)

Berbagai manfaat dari bercocok tanam itu tidak hanya mencukupi bahan sayur-mayur segar dirumah mereka masing-masing, akan tetapi mereka bisa menyisihkan jntuj ditabung.

"Sebelum 2017 sudah ada ide ini, untuk ikut lomba agar untuk ibu-ibu berkebun, dulu cuman 60 polybag," ujar Tina kepada posbelitung, Minggu (8/3/2020).

Waktu itu KWT Lestari berpikir hanya 60 polybag akan ditanam apa saja, dari urun rembug mereka memutuskan untuk swadaya menambah media tanam.

"Jadi satu jenis tanaman ada sekitar 50 tanaman. Waktu lomba itu kami juara tiga, tapi bukan ditanamnya yang kalah, itu karena kesalahan di administrasi," ujarnya.

Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Mengkubang  kecamatan Damar, Belitung Timur. Minggu (8/3/2020)
Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Mengkubang kecamatan Damar, Belitung Timur. Minggu (8/3/2020) (Posbelitung.co/Suharli)

Walaupun lomba sudah selesai, kelompok Tani ini tetap melanjutkan, Tina mengaku karena sudah terlanjur suka, dia mengumpamakan untuk cabe saja tidak perlu beli kepasar.

Menurut Tina, tanaman daun bawang yang mendominasi ditanam oleh seluruh anggotanya.

"Kalau ada lebih panenan biasanya dibeli dari warung, apalagi kalau daun bawang kan harganya lumayan mahal kalau dijual," ujarnya.

Terkait tanaman dataran tinggi seperti Kol, dari hasil uji coba pertama kali mereka sudah berhasil sampai panen, meskipun ukurannya tidak semaksimal bila ditanam didataran tinggi.

"Ukurannya dibawah satu kilo, sekitar 7 ons, mungkin karena hanya ditanam dipolybag juga jadi besarnya kurang maksimal," ujar Tina.

Dia mengaku untuk tanaman dataran tinggi mereka sedikit ekstra merawatnya, selau kol tanam dataran tinggi yang ditanam oleh Tina secara pribadi yakni labu red lampion dan sudah memasuki masa panen.

Pada tahun 2018 kelompok tani ini ditawari kembali untuk ikut lomba dari Hatinya PKK tingkat provinsi lagi-lagi mereka harus puas di posisi ketiga, namun itu semua tidak mematahkan semangat ibu-ibu ini, setelah lomba kedua itu mereka tidak ikut lagi lomba Hati PKK.

Kegiatan menam terus berlanjut, bagi mereka bercocok tanam di perkarangan rumah sudah menjadi hoby. Hingga akhirnya dari Dinas pertanian dan ketahanan Pangan Beltim melirik dan mengajak untuk ikut lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) tingkat kabupaten baru lah menjadi juara satu 2018.

Mereka pun berencana mengikuti lomba KRPL tingkat Nasional pada bulan Oktober tahun 2020 ini.

(Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved