Tak Hanya Virus Corona, 5 Penyakit Ini Pernah Berstatus Pandemi Global, Termasuk HIV/AIDS & Flu Babi

WHO secara resmi menetapkan bahwa virus corona SARS-CoV2 penyebab Covid-19 sebagai pandemi global.

Wikimedia Commons/Otis Historical Archives National Museum of Health and Medicine
Flu Spanyol / Spanish Flu. 

Setelah vaksin dikembangkan, secara efektif bisa mengatasi pandemi.

Flu Hongkong. (Non Solo Influenza)
Flu Hongkong. (Non Solo Influenza)

3. Virus Influenza A (H3N2), 1968

Virus influenza A (H3N2) pertama kali dicatat pada 1968 dengan angka kematian sekitar 1 juta jiwa di seluruh dunia.

Sebagian besar kasus kematian terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas.

Virus H3N2 terus merebak di seluruh dunia sebagai virus influenza musiman A.

Virus ini akan mengakibatkan penyimpangan antigenik bagi penderitanya.

Virus H3N2 menyebabkan penyakit dengan berbagai tingkat keparahan pada populasi yang berbeda.

Misalnya, ketika menyebar dan hanya menginfeksi sedikit orang di wilayah tertentu, penyakit ini meluas dan mematikan di wilayah lainnya.

Infeksi menyebabkan gejala pernapasan bagian atas khas influenza.

Gejalanya menggigil, demam, dan nyeri otot.

Gejala-gejala ini biasanya bertahan selama 4-6 hari.

Untuk mengatasi pandemi ini, dikembangkan vaksin yang baru berhasil ditemukan setelah pandemi memuncak di banyak negara.

HIV/AIDS (Health.am)
HIV/AIDS (Health.am)

4. HIV/AIDS

Sejak kasus pertama yang dilaporkan pada tahun 1981, infeksi dengan human immunodeficiency virus (HIV) telah menginfeksi sekitar 65 juta kasus dengan 25 juta kematian.

Penyakit dengan rataan kematian yang cukup tinggi ini pada tahun 2013, 35 juta orang hidup dengan HIV.

2,1 juta baru terinfeksi oleh virus tersebut dan sekitar 1,5 juta orang meninggal karena AIDS di seluruh dunia.

Sejauh ini beban terbesar dari HIV/AIDS ditanggung Afrika wilayah sub-Sahara.

Pencegahan dan pengobatan infeksi HIV yang efektif dengan menggunakan terapi antiretroviral (ART) yang sudah tersedia, bahkan di negara-negara dengan sumber daya terbatas.

Seorang petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo menyemprotkan dessinfektan ke ternak babi di Desa Mulawari, Kecamatan Tigapanah, Kabupetan Karo, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019). (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)
Seorang petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo menyemprotkan dessinfektan ke ternak babi di Desa Mulawari, Kecamatan Tigapanah, Kabupetan Karo, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019). (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

5. Flu Babi (H1N1pdm09)

Pada tahun 2009, flu babi terdeteksi pertama kali di Amerika Serikat dan menyebar cepat ke seluruh dunia.

Diperkirakan ada 60,8 juta kasus flu babi di dunia dengan 151.000 sampai 574.000 kematian.

Secara global, 80 persen dari kematian akibat virus flu babi pdm09 diperkirakan terjadi pada orang berusia di bawah 65 tahun.

Pada April 2009, seperti dikutip dari pemberitaan Kompas, 29 April 2009, WHO meningkatkan level peringatan pandemi menjadi level 4 yang mengindikasikan risiko pandemi flu babi.

Pada 10 Agustus 2010, WHO mengakhiri status global pandemi influenza H1N1.

Namun, virus (H1N1) pdm09 terus berkembang sebagai virus flu musiman dan menyebabkan kematian di seluruh dunia setiap tahun. 

(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selain Covid-19, Ini 5 Penyakit yang Pernah Jadi Pandemi dan Berhasil Diatasi". dan juga telah tayang di TRIBUNSTYLE.COM dengan judul Tak Cuma Covid-19, 5 Penyakit Ini Pernah Berstatus Pandemi Global, Termasuk HIV/AIDS & Flu Babi

Penulis: tidakada007
Editor: asmadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved