Terdapat ‘Titik Kritis’ Sebelum Virus Corona Membunuh Korbannya, Begini Penjelasannya

Ada ‘Titik Kritis’ Sebelum Virus Corona Membunuh Korbannya, Begini Penjelasannya

Terdapat ‘Titik Kritis’ Sebelum Virus Corona Membunuh Korbannya, Begini Penjelasannya
freepik.com
Ilustrasi warga terkena virus corona. 

POSBELITUNG.CO -- Jumlah pasien yang terinfeksi virus corona mencapai 110.000 orang lebih di seluruh dunia.

Adapun gejala virus corona yang paling terlihat adalah batuk.

Namun sebagian besar tidaklah mematikan.

Hanya bagi sebagian dari mereka yang kurang beruntung, infeksi virus corona bisa mencapai paru-paru.

Nah, bahaya dimulai ketika infeksi tersebut mencapai paru-paru.

Jennifer Dunn Pernah Jadi PR Karaoke Milik Wawan, Segini Gaji yang Diterima, Tak Termasuk Alphard

Dilansir dari bloomberg.com pada Kamis (12/3/2020), satu dari tujuh pasien mengalami kesulitan bernapas dan komplikasi parah lainnya.

Sementara 6% di antaranya menjadi kritis.

Pasien-pasien ini biasanya mengalami kegagalan sistem pernapasan dan sistem vital lainnya, dan kadang-kadang mengalami syok septik, menurut sebuah laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia di China pada bulan lalu.

Dan menurut Bruce Aylward, asisten direktur jenderal WHO yang turut mengawasi kondisi di China, perkembangan kondisi dari ringan ke parah bisa terjadi sangat cepat.

Dijelaskan bahwa sekitar 10-15% dari pasien ringan sampai sedang berkembang menjadi parah dan dari mereka, 15-20% mengalami peningkatan menjadi kritis.

Halaman
1234
Penulis: tidakada008
Editor: asmadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved