Tajuk Rencana

Semua Harus Siaga Jika Terpaksa Harus Lockdown

Corona adalah bukti kecil bagaimana Tuhan memiliki kuasa tak terbatas atas umat-Nya. Virus kecil dan tak kasat mata itu menjadi momok luar biasa

Semua Harus Siaga Jika Terpaksa Harus Lockdown
pos belitung
IBNU TAUFIK Jr - Pemimpin Redaksi Bangka Pos Grup

KEMATIAN itu pasti . Dan Tuhan tidak pernah kehilangan skenario kematian untuk setiap umatnya.

Bahkan yang paling dekat dengan umat manusia adalah kematian itu sendiri. Kenapa bisa demikian? Karena memang kita tak pernah tahu skenario kematian yang sudah diskenariokan untuk kita.

Hal tersebut tak bisa dipungkiri, apalagi digugat. Tentang kematian seseorang, dan bahkan banyak hal lain bagi orang yang percaya dengan Tuhan, segala sesuatu telah digariskan dan diskenariokan sejak manusia masih dalam kandungan.

Namun belakangan, manusia tampak menjadi congkak dan sombong. Kita menganggap Tuhan kehilangan ke-MAHA-annya dan kita semua berpikir Tuhan menjadi monoton.

Kita berpikir seolah-olah Tuhan hanya punya satu skenario kematian untuk umatnya, yaitu Corona. Kita seperti yakin, menghindari dari virus corona, maka kita akan mampu melawan kuasa Tuhan akan kematian, yang hingga sekarang masih menjadi kuasa-Nya.

Beberapa tulisan pembuka di atas mungkin bisa menjadi diskursus dan perdebatan. Namun itulah situasi yang kita hadapi saat ini. Semua orang dihantui virus corona yang membuat hampir semua orang merasa ketakutan.

Namun dari sudut pandang yang lain, corona adalah bukti kecil bagaimana Tuhan memiliki kuasa tak terbatas atas umat-Nya. Virus kecil dan tak kasat mata itu menjadi momok luar biasa bagi seluruh umat bumi.

Bahkan boleh dikatakan, tanpa harus melihat, tanpa harus merasakan makhluk kecil bernama corona ini, kita semua sudah dilanda kepanikan luar biasa. Semua orang bicara tentang corona dan tak perlu dipungkiri, semua dilanca kecemasan soal ini.

Kita tahu, kepanikan adalah kegagalan kita membangun logika dan rasionalitas. Dan harus diakui, menghadapi corona ini, kita semua menjadi tidak logis dan tidak rasional.

Satu alasan kepana kita menjadi panik sebenarnnya adalah karena kita banyak tahu tentang suatu hal namun tidak utuh. Ini juga patut menjadi catatan kita semua.

Peradaban kita saat ini memungkinkan kita untuk tahu tentang apapun yang terjadi di setiap jengkal belahan dunia dimanapun itu. Ponsel yang ada di tangan kita memungkin kita untuk tahu apa yang terjadi jauh di seberang lautan.
Termasuk corona tentunya. Kita dengan mudah seolah-olah tahu bagaimana corona ini bekerja dalam senyap membunuh umat manusia.

Hari-hari terakhir ini, semua orang berbicara soal corona. Orang selalu ingin update soal ini. Berapa yang sudah kena? Berapa yang mati? Dan terakhir sudah sampai mana virus itu? Sudah sedekat apa itu Corona, makhluk kecil dan tak kasat mata ini dengan kita?

Hari ini kita harus akui, orang yang paling bahagia adalah mereka yang ada di pelosok-pelosok kampung. Mereka yang tanpa internet, tanpa televisi, tanpa listrik barangkali adalah orang-orang yang paling bahagia.

Mereka yang tak pegang ponsel dalam makna tertentu adalah mereka yang tak risau dengan kepanikan yang sedang melanda kita semua.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved