Begini Bantahan Jubir Kemenlu Cina Ketika Negara Barat Ragukan Data Kematian Akibat Covid-19

Negara Barat Ragukan Data Kematian Akibat Covid-19 di Cina, Begini Bantahan Jubir Kemenlu Cina

JIM WATSON / AFP
Dikelilingi oleh anggota Satuan Tugas Virus Corona Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump berbicara pada konferensi pers tentang virus corona atau COVID-19, di Rose Garden Gedung Putih di Washington, DC, 13 Maret 2020. Trump menyatakan virus corona sebagai darurat nasional. 

Terlepas dari kata-kata puja-puji dari WHO, ada banyak keraguan dunia tentang statistik resmi dan klaim keberhasilan.

POSBELITUNG.CO -- Komisi Kesehatan Nasional China ( NHC ) telah mengumumkan kepada dunia tidak ada korban virus Corona meninggal sepanjang Senin (6/4/2020) waktu setempat.

Kondisi tersebut berarti, jumlah korban meninggal akibat virus corona ( covid-19 ) di Cina masih di angka 3.331 orang.

Pengumuman terbaru ini sebagaimana dilansir AFP dan kantor berita Xinhua News Agency, Selasa (7/4/2020). 

Tetapi seperti yang ditulis wartawan BBC Robin Brant, ada pertanyaan yang tersisa tentang seberapa akurat angka-angka ini, sehingga informasi tersebut dapat dipercaya.

Selama berbulan-bulan, setiap pagi pukul 03.00 waktu setempat, para pejabat di Cina telah mengumpulkan angka-angka terbaru tentang penyebaran virus untuk dibagikan kepada dunia.

Jangan Terlewatkan, Ini Cara Dapatkan Kartu Pra Kerja bagi Korban PHK Covid-19

Hingga 7 April 2020, mereka telah mencatat 81.740 kasus dan 3.331 kematian.

Sehingga negara tempat virus pertama kali muncul itu telah menerima pujian atas penanganan krisis.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji Cina atas "kecepatannya mendeteksi wabah" dan "komitmennya terhadap transparansi".

Tetapi, terlepas dari kata-kata puja-puji dari WHO, ada banyak keraguan dunia tentang statistik resmi dan klaim keberhasilan.

Halaman
1234
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved