Virus Corona di Bangka Belitung

Hasil Rapid Test, Satu ASN di Pangkalpinang Terinfeksi Positif Corona, Tim Covid-19 Lacak Keluarga

Kasus positif corona di Pangkalpinang bertambah satu. Pasien positif virus corona ini menambah jumlah kasus menjadi dua orang positif corona

Tayang:
Kolase TribunNewsmaker - Istimewa dan Pixabay.com
Ilustrasi Pasien Virus Corona atau Covid-19 

Sementara untuk lima anggota keluarga pasien yang sudah diperiksa rapid test, dinyatakan non reaktif atau negatif. Kelima orang tersebut berstatus ODP dan menjalankan isolasi mandiri di rumah.

Hakim menyebut, ODP bisa menjalankan isolasi mandiri di rumah atau pun jika berkenan dikarantina di diklat provinsi. Namun karena hasil rapid testnya negatif, tidak ada yang dicurigai sehingga dilakukan isolasi mandiri.

"Yang positif itu meski dia OTG bisa dikarantina di rumah, tapi untuk menjaga lingkungan sosial agar ini pun tidak menyebar, jadi dikarantina di diklat. Kalau keluarganya negatif rapid test, cukup di rumah saja, tidak ada yang dicurigai. Tapi tetap petugas kesehatan memantau," imbau Hakim.

Aktivitas para penumpang di Bandara HAS Hanandjoedin Tanjungpandan
Aktivitas para penumpang di Bandara HAS Hanandjoedin Tanjungpandan (Posbelitung.co/Ferdi Aditiawan)

Dua Kasus Didapat Dari Luar Daerah

Dua kasus positif corona di Pangkalpinang terdeteksi berada di Kecamatan Pangkalbalam. Melihat kondisi ini, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) menyatakan, untuk memproteksi Pangkalpinang pihaknya sudah melakukan penanganan sesuai protokol Covid-19.

Termasuk melacak siapa saja yang bersinggungan langsung dengan pasien positif pertama pada 15 April lalu.

Bupati Belitung dan Forkopimda Tinjau Lokasi Area Isolasi Baru untuk Pasien Covid-19 (VIDEO)

Molen mengatakan, tiap kecamatan di Pangkalpinang ini berdampingan dan wilayahnya berdekatan. Tidak bisa jika satu kecamatan dilakukan lockdown saja. Akan tetapi, untuk memutus mata rantai itu harus mematuhi anjuran dari pemerintah dengan menerapkan physical distancing, menggunakan masker dan rajin cuci tangan.

"Antisipasi di dalam wilayah kita sudah dilakukan. Sudah jauh-jauh hari kita cegah. Saya yakin kalau sudah dilakukan itu, yang di dalam ini bisa kita cegah. Tapi, yang ditakutkan itu orang dari luar ketika datang. Sama seperti dua kasus terjadi ini, dua-duanya punya riwayat dari luar," ungkapMolen.

Dia mengkhawatirkan banyaknya orang berdatangan dari luar Bangka untuk mudik ke kampung halaman ini, dapat menjadi perantara pembawa virus.

Tips Cara Isolasi dari Virus Corona ala Bupati Belitung, Bermanfaat dan Menghasilkan

Molen mengatakan, pemkot tentu tidak bisa menangani ini jika terus-terus terjadi. Untuk itu, Molen mengimbau masyarakat agar tidak mudik untuk memutus mata rantai penyebatan corona ini.

"Seperti di pelabuhan Muntok kemarin, 50 orang yang pulang ke Pangkalpinang. Kita rapid test, kita jemput. Iya mereka negatif rapidnya, tapi yang ditakutkan itu orang tanpa gejala dan alat rapid kita itu sudah menipis. Seberapa kuat pemerintah bisa bertahan, kalau mata rantai ini tidak diputus. Saya imbau jangan mudik dulu, kasihan keluarga di sini kalau kita sebagai cariernya. Ayo kita jaga wilayah kita sementara ini, sabar-sabar dulu," pungkasnya.

Update Covid-19

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang, dr Masagus Hakim, mengatakan, pihaknya akan mengambil swab ulang pasien positif di Kecamatan Pangkabalam.

Hasil PCR itu akan dikirim ke Palembang, karena menurut dr Hakim, hasilnya cepat diketahui jika diperiksa di laboratorium di wilayah tersebut.

"Memang kita swab pertama, tapi untuk benar-benar memastikan kita butuh swab lagi. Hari ini dikirim, kita nunggu reagen dari Jakarta. Mudah-mudahan bisa cepat," kata dr Hakim, Selasa (21/4/2020).

Kisah Pencuri Jujur Ngaku Kelaparan, Rumahnya Didatangi Polisi Hanya Ini yang Ada di Rumahnya

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved