Breaking News:

Berita Belitung

Pedagang Ini Tidak Mau Stok Gula Banyak-banyak, Alasannya Harga Belum Terkendali

Pedagang kebutuhan pokok di Manggar Belitung Timur, Erta Carolina mengakui tidak ingin menyetok gula banyak-banyak.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Pekerja di Toko Cemara saat mengemas gula yang akan dibeli, Senin (27/4/2020). 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG-- Pedagang kebutuhan pokok di Manggar Belitung Timur, Erta Carolina mengakui tidak ingin menyetok gula banyak-banyak.

Hal ini dikarenakan harganya yang belum terkendali dan cenderung tinggi. Apalagi saat ini stok di gudang Bulog sudah datang sebanyak 20 ton.

"Sekarang harga di toko kami Rp 17.000 per kilogram yang eceran. Harga ini sudah bertahan hampir dua bulan dari awal Maret kemarin," kata Erta kepada Posbelitung.co, Senin (27/4/2020).

Pemilik Toko Cemara ini mengatakan stok di tokonya saat ini sejumlah 800 kilogram. Biasanya jika harga normal ia bisa menyetok gula lebih dari jumlah tersebut.

Walaupun harga sempat melambung beberapa waktu lalu, ia tidak pernah kehabisan stok gula karena ingin memastikan kebutuhan masyarakat Manggar tercukupi.

"Kami memasok dari distributor yang ada di Tanjungpandan. Sejauh ini stok aman-aman saja walaupun harga tinggi," ujar Erta.

Sementara itu, Nur Imamah pemilik Toko Aisyah di Pasar Manggar mengatakan saat ini stok gula di tokonya sebanyak 800 kilogram.

Senada dengan Erta, Imamah juga tidak pernah kehabisan stok gula walaupun harganya tidak normal.

"Kami juga ambil dari distributor agen di Tanjungpandan. Saat harga naik kemarin terdapat pengurangan stok, tapi kami tetap berusaha agar masyarakat tidak susah mencari gula," kata Imamah.

Imamah menambahkan pembeli bisa mendapatkan harga lebih murah dari Rp 18.000 jika membeli gula secara banyak.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved