Berita Belitung

Tak Punya Surat Keterangan Sehat dan Hasil Rapid Test, Penumpang Menumpuk di Pelabuhan Bakauheni

Ratusan penumpang di pelabuhan Bakauheni tertahan karena tak memiliki dokumen yang menyatakan mereka nonreaktif rapid test virus corona.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ilustasi pemudik sebelum wabah corona 

POSBELITUNG.CO--Kebijakan pemerintah membuka kembali jalur transportasi darat, laut dan udara justru menimbulkan kontroversi.

Pasalnya kebijakan membuka kembali moda transportasi dengan kriteria penumpang khusus ini menimbulkan penumpukan penumpang baik di bandara dan pelabuhan-pelabuhan tentu saja rawan penularan Virus Corona.

Seperti yang terjadi Pelabuhan Bakauheni Lampung, di mana ratusan penumpang tertahan karena tak memiliki dokumen yang menyatakan mereka nonreaktif rapid test virus corona baru atau Covid-19.

Dokumen itu merupakan salah satu syarat bagi calon penumpang untuk bisa menaiki kapal.

Selain itu, calon penumpang harus memiliki surat keterangan dari kelurahan dan surat keterangan sehat dari Puskesmas.

Ratusan penumpang yang tak bisa menyeberang itu memenuhi selasar, area loket, dan area luar Pelabuhan Bakauheni sejak dua hari lalu.

Ibnu Jamil,  penumpang yang tertahan di Pelabuhan Bakauheni mengaku hendak pulang ke Brebes Jawa Tengah.

Pria yang bekerja sebagai pekerja proyek itu mengatakan masa kontrak kerjanya habis. 

Pria yang mudik dari Lampung Tengah ini menyebut, petugas pelabuhan meminta surat pernyataan hasil nonreaktif rapid test virus corona.

Sebelum berangkat ke Pelabuhan Bakauheni, Ibnu dan 40 rekannya telah meminta surat keterangan sehat dari puskesmas.

Halaman
123
Editor: nurhayati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved