Breaking News:

Virus Corona di Belitung

Pasien Covid-19 Nomor 0931 Pernah Bertugas di Kecamatan Ini, Ini Penjelasan GTPPC Beltim

Supeni menegaskan bahwa pasien 0931 tersebut tidak pernah melakukan kunjungan ke kecamatan lain.

Penulis: Suharli
Editor: Hendra
posbelitung.co/suharli
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Beltim, Supeni. Rabu (27/5/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR -- Pasien positif covid-19 yakni pasien 0931 dikabarkan pernah menjalankan tugas di Kabupaten Belitung Timur.

Kabar ini dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Beltim Supeni.

Tetapi pasien tersebut bertugas di Kecamatan Damar dan Kelapa Kampit, bukan di Kecamatan Manggar.

"Jadi sudah kami lakukan tracking, ada sebanyak tujuh orang yang diduga pernah melakukan kontak dengan pasien 0931 dan hasil rapid test-nya semua non reaktif," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Beltim Supeni, kepada posbelitung, Rabu (27/5/2020).

Supeni juga menegaskan bahwa pasien 0931 tersebut tidak pernah melakukan kunjungan ke kecamatan lain.

Dia hanya berada di dua kecamatan, yakni Damar dan Kelapa Kampit saja.

Selain itu, wanita yang akrab disapa Mak Pen ini mengatakan terkait pasien cluster 0921 dan 0923 juga sudah dilakukan tracking kepada siapa saja yang pernah melakukan kontal langsung, diketahui ada tujuh orang.

Ketujuh orang sebut setelah dilakukan rapid test ternyata hasilnya non reaktif.

"Sedangkan yang diduga pernah kontak dengan pasien 0965 ada dua orang yang telah dilakuka rapid test, dan hasilnya non reaktif juga." ucap Mak Pen.

Menurutnya Gugas percepatan Kabupaten Beltim saat ini terus mengumpulkan informasi siapa saja warga Beltim yang pernah melalukan kontak dengan pasien positif, berupa kelanjutan tracking.

Dia menuturkan karena Beltim dan Belitung satu kepulaun dan jaraknya dekat tidak menutup kemungkinan pasien positif pernah melakukan kontak dengan pasien positif yang ada di Belitung saat ini.

Selain itu dia juga mengatakan adanya kabar yang belum tentu kebenaran seperti penjemputan pasien oleh petugas dan dibawa langsung ke Tanjungpadan, hal itu dibantah olehnya.

"Intinya kami mengimbau pada masyarakat jangan terlalu percaya dan panik terhadap kabar yang belum tentu kebenarannya. Tetap waspada dan melakukan protokol kesehatan covid," ujarnya.

Dia menambahkan bilapun saat melakukan tracking mendatangi rumah seseorang belum tentu orang yang didatangi tersebut positif, menurutnya itu salah.

"Gunanya tim kesehatan melakukan tracking kan untuk mempercepat memutus mata rantai penularan, namun asumsi dan konotasinya beredar kabar orang yang kami datangi positif padahal tidak demikian,"ujarnya. (posbelitung.co/suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved