China Kena Karma, Kini Dibuat Sempoyongan Karena Kapal Perang AS Masuk Wilayahnya, Ini Jelasnya

Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) pada hari Kamis (28/5) mengusir kapal perang Amerika Serikat (AS) yang masuk tanpa izin ke perairan teritorial..

Facebook via Russian Today
Kapal perusak Amerika Serikat USS Gonzalez. 

POSBELITUNG.CO -- Nine Dash Line menjadi topik paling dibenci oleh negara-negara Asia Tenggara.

Pasalnya gara-gara hal diatas, China mengklaim Laut China Selatan (LCS) sebagai wilayahnya.

Lebih menyakitkannya lagi dasar klaim China tersebut berasal dari peta zaman dinasti Ming yang mengklaim LCS milik mereka.

Ya, kalau cuma berdasarkan faktor seperti itu Indonesia juga boleh dong mengklaim Thailand Selatan dan perairannya sebagai miliknya karena Kerajaan Sriwijaya saat jayanya mempunyai kekuasaan sampai ke Negeri Gajah Putih.

Jadi sampai di sini jelas jika klaim China atas LCS berdasarkan nafsu serakah karena tak sesuai dengan asas-asas bernegara di masa kini.

Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) pada hari Kamis (28/5) mengusir kapal perang Amerika Serikat (AS) yang masuk tanpa izin ke perairan teritorial China di lepas pantai Kepulauan Xisha di Laut China Selatan.

AS Tak Terima Iran Kirim Minyak untuk Venezuela, Siap Jatuhkan Sanksi Bagi yang Membantu Negara itu

Juru Bicara militer China, Kolonel Senior Li Huamin, menyatakan, operasi militer AS di tengah pandemi corona, menunjukkan bahwa Uwak Sam merupakan sumber yang menyabotase perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Mengutip Global Times, Kamis (28/6), keputusan China menggerek anggaran militer dibenarkan dengan adanya provokasi AS seperti ini, kata para analis.

Dalam aksi mengusir kehadiran kapal perang AS yang menegangkan itu, Komando Teater Selatan PLA mengorganisir pasukan angkatan laut dan udara untuk mengikuti kapal perusak rudal USS Mustin yang dipandu AS secara ilegal masuk ke perairan teritorial China di lepas Kepulauan Xisha pada hari Kamis.

"Kemudian Pasukan Komando mengikuti dan memantau jalur kapal perang AS, mengidentifikasi dan memperingatkan serta mengusirnya," ujar Li.

Halaman
123
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved