Modal Biskuit, Pekerja Migran di India Nekat Pulang Kampung Jalan Kaki 2.000 Km Hingga Kaki Bengkak

Semakin dekat ke rumah nasib naas justru menghampiri mereka, sekitar 3,2 kilometer dari rumah, polisi setempat berhasil menemukan mereka

Editor: Hendra
(AP/Ajit Solanki)
Pada Senin (11/5/2020), di foto ini, tampak pekerja migran dari negara bagian di India berjalan pulang ke kampung halaman mereka melalui rel kereta api menuju stasiun kereta api di Ahmedabad, India. 

POSBELITUNG.CO -- Kebijakan lockdown nasional yang diputuskan oleh pemerintahan India sangat menyulitkan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka pekerja migran.

Selama lockdown, tidak ada kendaraan yang bisa ditumpangi untuk mengantarkan para pekerja migran India ini untuk pulang ke kampung halamannya.

Seperti kisah Rajesh Chouhan, pekerja migran India yang terpaksa menempuh perjalanan lintas negara bagian India dengan ber jalan kaki.

Hal ini ia lakukan demi bisa pulang ke kampung halamannya, setelah India mengumumkan lockdown nasional pada 24 Maret 2020 untuk menekan penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

Tetapi pada 12 Mei 2020, ia memutuskan untuk menentang undang-undang lockdown India dan memulai berjalan sejauh 2.000 kilometer dari pusat teknologi Bengalur ke desanya di negara bagian utara Uttar Pradesh.

Melansir CNN International, selama 10 hari, Chouhan bersama 10 orang rekan seperjalanannya harus menghindari titik-titik pemeriksaan polisi, bertahan hidup dengan minum teh dan biskuit, dan berjalan dengan kaki yang sakit.

"Saya rasa saya tidak akan bisa melupakan perjalanan ini sepanjang hidup saya. Itu akan selalu membawa kenangan tentang kesedihan dan kecemasan yang saya rasakan," kata Chouhan.

Lockdown telah mengakibatkan sekitar 100 juta orang India kehilangan pekerjaannya. Mereka adalah warga yang pindah dari desa ke kota untuk bekerja.

Begitu India resmi menetapkan lockdown, banyak orang seperti Chouhan yang akhirnya terdampar di perantauan tanpa pekerjaan, makanan atau tabungan.

Mereka tidak berhasil menemukan cara untuk bertahan hidup di kota-kota, dan jaringan kereta api India sebagian besar juga telah ditutup.

Terdesak oleh keadaan, banyak dari mereka yang kemudian membuat keputusan nekat untuk ber jalan kaki sejauh ribuan kilometer agar bisa kembali ke rumah mereka di kampung halaman.

Keputusan nekat yang diambil oleh banyak orang ini tentu saja menelan korban jiwa. Dalam sebuah kejadian, 16 buruh terlindas kereta barang saat mereka tengah tidur di rel.

Sementara itu, beberapa orang lainnya meninggal karena kelelahan, dehidrasi, atau kelaparan.

Polisi juga bersikap represif dengan mengirim kembali orang-orang ke kota tempat mereka sebelumnya bekerja. 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved