Berita Belitung
Menjaring Ikan Ala Nelayan Bagan Perahu
Ketika mentari mulai turun, Barji seorang nelayan Bagan Perahu mulai memacu perahunya menerjang ombak menuju lautan mencari ikan.
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Ardhina Trisila Sakti
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketika mentari mulai turun, Barji seorang nelayan Bagan Perahu mulai memacu perahunya menerjang ombak menuju lautan mencari ikan.
Perjalanan hampir memakan waktu sekitar satu jam ke tengah laut mencari titik ikan untuk dijaring.
Bagan perahu merupakan salah satu alternatif nelayan di Belitung dalam mencari ikan. Bentuknya memang mirip perahu secara umum hanya saja ukurannya lebih besar dan dilengkapi sayap dari kayu sebagai bingkai jaring untuk perangkap ikan.
Karena menggunakan jaring, jenis ikan yang ditangkap dominan ikan-ikan kecil seperti teri, tamban, bilis dan lainnya.
"Bagan perahu ini memang ikan kecil tapi kalau ada rejeki ada juga ikan besar dan cumi. Memang bagan perahu di pasar ini berangkat sore dan pulang besok pagi," ujar Barji selaku kapten kapal atau biasa disebut juragan bagan kepada posbelitung.co, Senin (1/6/2020).
Ketika tiba di titik koordinat yang dituju, para awak kapal atau disebut kelasi mulai menghidupkan beberapa lampu.
Cahaya lampu berfungsi menarik perhatian ikan berkumpul di sekitaran bagan perahu.
Sembari menunggu ikan berkumpul, juragan dan anak buahnya biasanya memancing ikan untuk menambah penghasilan.
Hanya sang juragan yang mengerti kapan waktu yang tepat untuk menurunkan jaring atau ikan-ikan mulai berkumpul.
"Biasanya itu setelah bulan gelap atau menjelang subuh. Arus laut juga harus pas dan juga lampu-lampu tidak boleh mati, karena ikannya bisa lari," kata Barji.
Ketika bulan mulai turun dan hari menjelang subuh, jurangan beranjak menuju bagian depan perahu melihat arus laut.
Ketika kondisi tepat, jaring mulai diikat pada bingkat kayu di setiap sisi tangan bagan dan diturunkan dengan pemberat dari batu.
Sekitar satu jam kemudian, jaring ditarik dan sekitar air laut di sekitar bagan mulai bergemercik akibat lompatan ikan yang mencoba kabur dari jaring. Lalu, para anak buah bagan mulai menyerok ikan dinaikan ke atas perahu.
"Memang kalau ikan ini tergantung musim juga, sekarang ini kalau di laut tepi ada bilis hitam. Kalau kami karena agak di tengah dapatnya laisi dan tamban," katanya.
Setelah ikan naik ke atas perahu dan jaring sudah digulung, seluruh kelasi dan jurangan sibuk memilah ikan hasil sesuai jenis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/para-anak-buah-bagan-perahu-barji-memiliah.jpg)