Kakek di Palembang Ini Tahan Tangis Setiap Kali Cucu Buang Air Kecil

Ia pun telah mendapatkan info dari sang pemilik, bila dua tahun lagi lahan yang ditumpanginya akan dibangun rumah.

sripoku.com/rahma
Rumah milik Muhammad Zaini, buruh Bangunan yang belum terima bantuan sosial dari pemerintah. Ia pun harus berjuang untuk memenuhi biaya operasi sang cucu. 

Kakek di Palembang Ini Tahan Tangis Setiap Kali Cucu Buang Air Kecil,tak Terjamah Bantuan Pemerintah

POSBELITUNG.CO - Di usianya yang sudah menginjak kepala enam, Zaini belum bisa menikmati hari tuanya.

Selain harus menghidupi keluarga, pria yang tinggal diJalan Mayor Zen, Lorong Mufakat, Kecamatan Kalidoni, Palembang ini juga terus kepikiran akan nasib cucunya.

Pasalnya, cucunya yang masih berusia dua tahun tersebut menderita penyakit di alat kelamin.

Zaini dan keluarga pun tinggal di gubuk yang sudah reot lantaran uang yang didapat dari kerja serabutan masih harus ditabung demi biaya operasi cucunya.

Dikatakan Zaini, ia kerja sebagai buruh kasar demi menyambung hidup keluarga dan berharap agar kelak bisa membiayai pengobatan sang cucu yang perlu melakukan operasi besar.

"Penyakit itu dideritanya sejak lahir," kata Zaini, Rabu (10/11/2020).

Ia mengaku sudah sempat mengajukan pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Namun, langkahnya terkendala karena anaknya memiliki tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-BPJS Kesehatan dan harus membayarkan tunggakan tersebut, baru bisa mendapatkan KIS untuk pengobatan anaknya.

"Sebelumnya cucu saya memang sudah pernah dioperasi satu kali dengan kartu miskin, tapi untuk operasi yang kedua kalinya ini belum bisa pakai BPJS," jelasnya.

Sementara, menurut Zaini, pendapatan yang didapatnya sebagai buruh kasar dan juga sang istri yang bekerja sebagai ART, tak bisa menutupi biaya operasi.

"Kadang kasihan hingga tahan tangis melihat cucu tahan sakit saat buang air kecil, tapi mau gimana lagi biayanya tak ada kami cuma bisa pasrah.

Apalagi menantu saya sejak kecelakaan kerja tak bisa lagi bekerja," ujar buruh bangunan itu.

Ditengah keterbatasannya, Zaini juga dihadapkan dengan masalah pelik lainnya.

Selama tinggal di gubuk yang rapuh dimakan usia itu, belum sama sekali dirinya menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved