Mengenal Apa Itu Dexamethasone, Obat yang Diklaim Mampu Mengobati Pasien Covid-19

Simak pengertian mengenai apa itu Dexamethasone, dan bagaimana Dexamethasone digunakan untuk mengobati pasien Covid-19.

Penulis: Dwiki | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Arman SOLDIN / AFP
Satu kotak obat injeksi dexamethasone dipotret di sebuah toko kimia di London pada 16 Juni 2020. dexamethasone pada hari Selasa diperlihatkan sebagai obat pertama yang secara signifikan mengurangi risiko kematian di antara kasus COVID-19 yang parah, dalam hasil percobaan dipuji sebagai "terobosan besar" dalam perang melawan penyakit ini. 

Simak pengertian mengenai apa itu Dexamethasone, dan bagaimana Dexamethasone digunakan untuk mengobati pasien Covid-19.

POSBELITUNG.CO -- Sebuah tim peneliti di Inggris menemukan bahwa steroid yang tersedia di pasaran, Dexamethasone, telah menunjukkan hasil yang memuaskan dalam meningkatkan angka kelangsungan hidup pada pasien Covid-19.

Dilansir USA Today, Rabu (17/6/2020) Dexamethasone, steroid yang biasa digunakan untuk mengobati peradangan ini mampu mengurangi angka kematian hingga sepertiga dalam sebuah studi penelitian terhadap lebih dari 6.000 pasien kondisi parah.

Diketahui, pemerintah Inggris telah mengizinkan penggunaan Dexamethasone untuk beberapa pasien Covid-19.

Tetapi masih belum diketahui secara pasti seberapa bermanfaatnya obat ini untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

“Ini adalah peningkatan signifikan dalam pilihan terapi yang kita miliki,” kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular top di Amerika Serikat.

Calon Bupati Sorong Selatan ini Niatnya Ingin Gandakan Uang di Sukabumi, Malah Jadi Korban Pembiusan

Lantas apa itu Dexamethasone?

Dr. Onyema Ogbuagu, seorang dokter penyakit menular dan profesor kedokteran di Yale, menjelaskan bahwa dexamethasone merupakan obat antiinflamasi dan pembengkakan yang umumnya digunakan untuk berbagai kondisi.

"Obat dexamethasone ini unik karena mengandung glukokortikoid," ujar Ogbuagu.

"Seperti halnya steroid lain, dexamethasone ini adalah perawatan non-spesifik yang tidak harus menargetkan satu jalur spesifik peradangan atau pembengkakan," jelas Ogbuagu.

Sementara itu, Robert Glatter, seorang dokter darurat di Rumah Sakit Lenox Hill Kota New York, mengatakan dexamethasone juga memiliki paruh hingga 54 jam.

"Hal tersebut dapat membantu memastikan tingkat pengobatan terapeutik untuk mengobati peradangan yang berkelanjutan," ungkap Robert Glatter.

Dexamethasone.
Dexamethasone. (Dr P. Marazzi/Science Photo Library)

 

Pria Bertato di Cianjur Ini Tega Bakar Seorang Ibu Gara-gara Tak Dikasih Uang, Ini Kronologinya

Bagaimana Dexamethasone tersebut digunakan untuk mengobati pasien Covid-19?

Virus Covid-19 secara umum muncul dalam dua fase.

"Orang-orang terinfeksi virus, kemudian virus tersebut mereplikasi, dan itulah fase pertama dari virus Covid-19," jelas Ogbuagu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved