Simak, yang Ingin Liburan Wajib Tahu, Begini Penerapan Protokol Kesehatan di Kawasan Wisata

Meski pandemi virus corona belum dapat dikendalikan, pemerintah tetap membuka kawasan wisata untuk membangkitkan perekonomian.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Bus TransJakarta gratis GR 4 dan GR 5 sedang menunggu penumpang di kawasan Wisata Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (24/6/2020). PT TransJakarta kembali mengoperasikan dua rute layanan gratis shuttle bus dari dan menuju museum di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Kedua rute bus TransJakarta tersebut yakni GR 4 (Taman Kota Intan-Museum Bahari) dan GR 5 (Kota Tua Explorer). 

POSBELITUNG.CO -- Meski pandemi virus corona belum dapat dikendalikan, pemerintah tetap membuka kawasan wisata untuk membangkitkan perekonomian.

Oleh karena itu, pengelola tempat wisata wajib menerapkanprotokol kesehatan yang dianjurkan. Satu di antaranya jaga jarak.

Adapun aturan tersebut tertera dalam protokol kesehatan khusus di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf).

Protokol kesehatan disahkan melalui KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

AWG Ajak Boikot Produk Israel, Tolak Rencana Aneksasi Palestina, Ini Jelasnya

Berdasarkan pantauan Kompas.com, dalam protokol kesehatantersebut terdapat panduan bagi pengelola tempat wisata untuk menerapkan jaga jarak yakni sebagai berikut:

  • Pembatasan jumlah pengunjung yang masuk.
  • Pengaturan kembali jam operasional.
  • Mengatur jarak saat antrean dengan memberi penanda di lantai minimal 1 meter (seperti di pintu masuk, kasir, dan lain-lain).
  • Mengoptimalkan ruang terbuka untuk tempat penjualan/transaksi agar mencegah terjadinya kerumunan.
  • Membatasi kapasitas penumpang lift dengan pemberian label di lantai lift.
  • Pengaturan jarak minimal 1 meter di elevator dan tangga.
  • Pengaturan alur pengunjung di area daya tarik wisata.
  • Menggunakan pembatas/partisi (misalnya flexy glass) di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk pekerja/SDM pariwisata (loket pembelian tiket, customer service, dan lain-lain).

Salah satu tempat wisata di DKI Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan, sudah dibuka sejak 20 Juni 2020.

Tempat wisata tersebut menerapkan beberapa cara penerapan jaga jarak, sesuai dengan panduan di atas.

Jadwal Salat Isya 26 Juni 2020 di Belitung, Beltim, Sungailiat dan Pangkalpinang serta Lokasi Masjid

Selain perubahan jam operasional menjadi pukul 08:00 – 13:00 WIB setiap Selasa – Minggu, mereka mengoptimalkan ruang terbuka untuk pembelian tiket dengan menjaga jarak antrean antar pengunjung 1 – 2 meter.

Selanjutnya, pihak kebun binatang juga memasang petunjuk arah yang mudah untuk diikuti oleh pengunjung.

Kapasitas tampung pun dibatasi sebesar 50 persen dengan kunjungan maksimal 1.000 orang per hari.

Halaman
12
Penulis: tidakada008
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved