Breaking News:

Trump Klaim Telah Menjalin Hubungan dengan Kim Jong-un, Rencanakan Pertemuan Ketiga Jika Bermanfaat

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim telah menjalin hubungan dengan pemimpin Korea Utara ( Korut ), Kim Jong Un...

Official White House/Shealah Craighead
Ilustrasi-- Dari kiri ke kanan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In. Ketiga pemimpin negara tersebut tengah berdialog di area Panmunjom atau Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea Utara-Korea Selatan pada Minggu, Juni 2019. 

POSBELITUNG.CO -- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim telah menjalin hubungan dengan pemimpin Korea Utara ( Korut ), Kim Jong-Un. 

Dilansir dari rt.com, Trump juga menyatakan dia terbuka untuk kemungkinan pertemuan puncak lainnya dengan Kim Jong-un.

“Saya mengerti mereka ingin bertemu, dan kami pasti akan melakukan itu,” kata Donald Trump melalui sebuah wawancara kepada Greta Van Susteren dari Gray Television. 

Trump melanjutkan dengan mengatakan dia akan mengadakan pertemuan jika hal itu membantu.

Saat ditanya oleh Susteren apakah Trump yakin itu akan sangat membantu, Presiden AS tersebut mengatakan "mungkin" akan membantu. "Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya, jadi mungkin akan membantu".

Jadwal Salat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Serta Lokasi Masjid Hari Ini Kamis 9 Juli 2020

Meskipun Trump mengklaim bahwa Korea Utara ingin bertemu lagi, para pejabat di Pyongyang tampaknya telah mengirim pesan yang berbeda, kedengarannya jelas tidak antusias untuk memulai kembali perundingan sebelumnya.

"Berbicara secara eksplisit sekali lagi, kami tidak memiliki niat untuk duduk berhadapan dengan AS," kata Kwon Jong Gun, yang mengepalai Departemen Luar Negeri Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir jaringan KCNA yang dikelola pemerintah.

Diplomat itu juga menyebutkan bahwa hubungan antar-Korea "pasti akan semakin terpuruk karena mereka hanya berbicara omong kosong, tidak menyadari waktu."

Penolakan tegas juga datang beberapa minggu setelah Pyongyang membongkar apa yang disebutnya sebagai kantor penghubung Utara-Selatan yang tidak berguna di kota perbatasan Kaesong, dan berjanji untuk memutus semua saluran komunikasi dengan tetangga kapitalisnya.

Seperti diketahui, Trump dan Kim menciptakan harapan besar untuk hubungan AS-Korea Utara ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya di Singapura sekitar dua tahun lalu. Pertemuan kedua mereka di Vietnam pada tahun 2019 selanjutnya meningkatkan harapan akan hubungan yang membaik.

Lagi, Jokowi Minta Jajarannya Mempercepat Belanja Pemerintah untuk Menggerakkan Perekonomian

Namun, itu berakhir dengan tiba-tiba, dengan kedua pemimpin berhenti dari pertemuan yang diawasi dengan cermat sebelum waktunya untuk menandatangani deklarasi bersama.

Adapun laporan-laporan yang menyarankan agar AS menekan Korea Utara untuk menyerahkan senjata nuklirnya sebelum membahas segala kemungkinan mengangkat sanksi ekonomi yang meluas, hal itu  memicu sebuah sudut pandang yang dipandang Pyongyang sebagai penghinaan terhadap keamanannya.

Hubungan antara Washington dan Pyongyang semakin tak bertahan lama setelah Korea Utara memulai kembali peluncuran rudal, pada saat yang sama menyalahkan AS karena menunda pembicaraan dan tidak bermain adil.

(*)

Penontonnya Beringas Berebut Saweran Dolar, Wig Jenita Janet Malah Kena Comot hingga Lepas

Salmafina Sunan Mesra Bareng Pria Bule setelah Sembuh dari Sakit, Ini Potretnya

Bule asal Rusia Nangis di Pinggir Jalan, iPhone Rp 20 Juta Dijambret, Ini Deretan Kronologinya

Manohara Lama Tak Muncul di Layar Kaca, Sekali Tampil di TV, Tipe Kekasih Dibongkar, Raffi: Trauma?

Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar (CC)
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved