Klaster Perumahan Jadi Tempat Penularan Covid-19 Tertinggi, Ini Penjelasan Dari Ahli
Data klaster di seluruh indonesia, yang paling tinggi itu justru klaster perumahan. Lokal transmisi di tengah masyarakat itu tinggi sekali
Berdasarkan data dari Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, kasus kematian tertinggi akibat Covid-19 terjadi di Surabaya dengan 803 kematian.
Kemudian, secara berurutan kabupaten/kota dengan jumlah kematian tinggi yakni Kota Semarang (lebih dari 250 kematian), Kota Makassar (214 kematian), Jakarta Pusat (180 kematian) dan Jakarta Timur (156 kematian).
Berdasarkan penghitungan angka kematian per 100.000 penduduk, diketahui bahwa angka kematian tertinggi tercatat di Kota Surabaya dengan 27,22 persen dari 100.000 penduduk.
Disusul Kota Banjarmasin dengan 18,20 persen dari 100.000 penduduk, Kota Manado dengan 18,17 persen, Kota Palangkaraya dengan 17,94 persen dan Kota 17,26 persen.
Meski demikian, ada sebanyak 238 kabupaten/kota di Indonesia atau 46 persen yang tidak tercatat ada angka kematian karena Covid-19.
Lalu ada 78 kabupaten/kota yang jumlah kematiannya hanya satu orang. Lalu ada 26,65 persen daerah yang angka kematiannya dua hingga 10 orang.
Masa Puncak
Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo belum bisa memprediksi kapan puncak pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia.
Sebab, saat ini kasus Covid-19 masih fluktuatif setiap harinya. Ada daerah yang tren kasus positifnya sudah menurun, namun sejumlah daerah masih terjadi peningkatan.
"Sampai saat ini saya juga belum tahu kapan puncak tiba. Melihat perkembangan fluktuatif, ada daerah yang mengalami penurunan, ada juga yang meningkat. Kita lihat kasusnya juga berbeda-beda," kata Doni Monardo seusai rapat dengan Presiden Jokowi, Senin (27/7/2020).
Untuk itu, Doni meminta masyarakat disiplin dan patuh mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas.
Ia menekankan masyarakat tak boleh bosan untuk memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, dan tidak berkerumun.
Doni meminta masyarakat meningkatkan kesadaran bahwa Covid-19 merupakan ancaman yang nyata.
"Dalam berbagai kesempatan, saya sering mengatakan Covid-19 ibarat malaikat pencabut nyawa. Korban di seluruh dunia sudah lebih dari 600.000 orang," ujar dia.
Berbeda dengan Doni, Presiden Joko Widodo sebelumnya memprediksi puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Agustus atau September 2020 mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/covid-19-indonesia-ilustrasi-oke.jpg)