Breaking News:

Berita Belitung

Buntut Anggota Dewan Positif Covid-19, Gedung DPRD Belitung Akan Disterilisasi dan Pegawainya WFH

Namun seluruh pekerja berstatus PNS dan non PNS yang beraktivitas di gedung wakil rakyat tersebut akan bekerja dari rumah Work From Home (WFH).

Pos Belitung/Disa Aryandi
Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) Senin (3/8) ketika menggunakan alat E.A Mask di saku kirinya 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belitung Sahani Saleh, Senin (3/8/2020) membuat instruksi untuk sterilisasi Gedung DPRD Kabupaten Belitung.

Strelisiasi yang dimaksud bukan hanya melakukan penyemprotan disinfektan.

Namun seluruh pekerja berstatus PNS dan non PNS yang beraktivitas di gedung wakil rakyat tersebut akan bekerja dari rumah Work From Home (WFH).

WFH ini akan dimulai hari ini dan berlaku hingga satu pekan kedepan.

"Jadi semua sudah saya putuskan untuk disterilisasi mulai hari ini, jadi untuk pegawai semua WFH selama satu minggu ke depan," ungkap Sanem kepada Posbelitung.co, senin (3/8/2020).

Begini Suasana Gedung DPRD Belitung Setelah Tiga Anggota Dewan Dinyatakan Positif Covid-19

Sekarang ini, kata lelaki yang menjabat sebagai Bupati Belitung itu mengaku, pihaknya akan melakukan tindakan berupa tracking kepada keluarga tiga orang anggota DPRD yang terpapar positif covid-19.

"Kemudian kami akan tracking juga kepada orang - orang yang pernah kontak dengan mereka. Saya minta juga untuk yang pernah kontak dengan tiga orang ini, tolong sadar diri untuk melaporkan atau melakukan rapid test," ujarnya.

Sanem pun sekarang ini sudah membuat instruksi kepada seluruh pegawai PNS untuk tidak mendampingi anggota DPRD apabila ada rencana untuk melakukan perjalanan dinas.

"Saya sudah sampaikan dalam rapat juga, jadi tidak ada yang boleh mendampingi anggota DPRD, karena kondisi nya seperti ini," jelasnya.

Orang nomor satu di Belitung itu juga saat ini sudah menggunakan alat E.A Mask atau Ecom Air Mask anti bacteria dan virus.

Alat tersebut merupakan buatan Jepang yang dipasang oleh Sanem di saku baju bagian kiri.

"Ini alat untuk aman dari virus dengan jarak satu setengah meter, pejabat sekarang sudah harus menggunakan alat ini. Ya ini memang untuk antisipasi, berapa harga nya saya kurang paham, hanya makai saja," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved