Berita Belitung Timur

Tips Menjaga Kesehatan dalam Masa Kehamilan Mencegah Kematian Ibu dan Bayi

Tahun 2019, Belitung Timur menjadi lokus kematian ibu dan bayi tertinggi di Bangka Belitung dengan kematian sembilan ibu.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Dedi Qurniawan
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Dianita Fitriani 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Tahun 2019, Belitung Timur menjadi lokus kematian ibu dan bayi tertinggi di Bangka Belitung dengan kematian sembilan ibu.

Tahun 2020 sampai hari ini sudah tiga ibu yang meninggal dalam proses persalinan.

Angka ini menjadi rambu peringatan sehingga Dinas Kesehatan dan jajarannya berupaya intensif guna mencegah kematian ibu dan bayi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Dianita Fitriani mengatakan pihaknya bersama bidang Keluarga Berencana mengedukasi dan berupaya mengendalikan angka kehamilan beresiko yaitu dikenal dalam istilah 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, dan terlalu dekat jaraknya) dengan perencanaan kehamilan yang baik.

Jumlah Ibu Hamil di Belitung Timur Meningkat di Masa Pandemi Virus Corona

"Wajib hukumnya memeriksakan diri saat baru diketahui hamil dan juga satu bulan sebelum proses persalinan. Kenapa? Yaitu untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan secara lengkap dan mengupayakan kesehatan ibu hamil beserta janinnya sehingga saat melahirkan dan setelahnya bisa berjalan lancar," kata Dianita saat ditemui posbelitung.co di ruangannya, Selasa (4/8/2020).

Dalam mengantisipasi kematian pada ibu dan bayi, lanjutnya, ibu hamil juga diharuskan membaca dan memedomani buku KIA supaya mendapatkan informasi-informasi penting menyangkut kehamilan.

Selain itu, mengenai asupan, ibu hamil harus memakan makanan yang bergizi, istirahat cukup, dan tetap beraktivitas sesuai dengan kemampuan si ibu hamil.

Dianita menjelaskan setidaknya ibu hamil harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sebanyak empat kali selama masa kehamilan.

Namun, karena dalam kondisi covid-19, ia menyarankan agar ibu hamil berhati-hati.

Jika tidak ada keluhan serius dan tidak mendesak disarankan tidak menghampiri faskes, diganti dengan konsultasi secara virtual kepada bidan atau dokter.

"Bisa lewat chat di media sosial atau video call. Hal ini demi mencegah ibu hamil terpapar dari virus ini. Tapi kalau saat awal kehamilan dan satu bulan sebelum persalinan itu wajib hukumnya memeriksakan diri," kata Dianita.

Kemudian, tak kalah penting yakni peran suami dan keluarga yang harus aktif mendukung dalam perawatan kehamilan.

Hal ini akan menimbulkan efek senang kepada ibu hamil karena banyak yang perhatian dengannya.

"Dukungan moril dari suami dan keluarga saat kehamilan sangat penting bagi perkembangan kehamilan karena bisa memunculkan efek senang dan bahagia bagi ibu hamil," tutup Dianita. (Posbelitung.co/ BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved