Virus Corona di Belitung

Ini Versi Dinkes Belitung Terkait Akurasi Alat Uji Swab Tenggorokan di RSUD Marsidi Judono

Alat untuk pengujian sampel swab tenggorokan di RSUD H Marsidi Judono Belitung, di sebut metode Test Cepat Molekuler (TCM).

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Dok/RSUD Marsidi Judono
Tim Medis RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, Jumat (22/5) ketika mengoperasionalkan alat TCM. 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Alat untuk pengujian sampel swab tenggorokan di RSUD H Marsidi Judono Belitung, di sebut metode Test Cepat Molekuler (TCM). Alat tersebut biasanya dipergunakan untuk pengecekan penyakit Tuberkulosis (TBC).

Namun untuk alat tersebut, sangat bisa dipergunakan sebagai pengecekan virus corona alias Covid-19, yang diubah dari alat tersebut, hanya cartridge saja.

"Jadi cartridge nya saja, harus menggunakan catridge Covid-19. Ya memang betul sekali, TCM ini biasa nya dipergunakan untuk TBC, tapi bisa juga untuk pengujian sampel covid-19, hanya cartridge nya saja yang berbeda," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Belitung Joko Sarjono didampingi Kasi Surveilans Sri Agustini kepada Posbelitung.co, Rabu (5/8/2020).

BREAKING NEWS, Akurasi Uji Swab di RSUD Marsidi Judono,Ini Penjelasan Kepala Instalasi Laboratorium

Ia mengatakan, untuk alat TCM sekarang ini sudah di akui oleh Kementerian Kesehatan, lantaran sudah melalui pengujian dengan 5 sampel swab tenggorokan has positif covid-19, dan 10 sampel swab tenggorokan negatif covid-19.

"Sampel itu satu di uji di sini (RSUD H Marsidi Judono), satu lagi di uji di Labbankes di Jakarta, dan hasil nya cocok, sama - sama positif dan sama-sama negatif, jadi akurasinya sudah di akui," jelas Joko.

Sedangkan untuk cartridge yang digunakan di alat TCM tersebut, secara keseluruhan di kirim oleh Kementerian Kesehatan, lantaran Pemerintah Kabupaten Belitung tidak bisa membeli secara langsung.

"Ya sepengetahuan saya seperti itu, dan untuk dokter yang memfungsikan alat itu juga, sudah melalui pelatihan dan segala macam," tegas Joko.

Tiga Anggota Positif Covid-19, Kunker DPRD Belitung ke Pangkalpinang Tetap Lanjut

Tim Medis RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, Jumat (22/5) ketika mengoperasionalkan alat TCM.
Tim Medis RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, Jumat (22/5) ketika mengoperasionalkan alat TCM. (Dok/RSUD Marsidi Judono)

Penjelasan Akurasi Swab RSUD

Akurasi alat untuk pengujian swab tenggorokan di RSUD H Marsidi Judono Belitung, Rabu (5/8/2020) banyak menuai pertanyaan, setelah hasil swab tenggorokan seorang anggota DPRD Kabupaten Belitung berinisial JD dinyatakan negatif, dengan sistem metode PCR di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Kepala Instalasi Laboratorium RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dr Titik Handayani Tanujaya SpPK mengatakan, untuk akurasi terhadap pendeteksian seorang terjangkit Covid-19, sama seperti alat pengujian swab tenggorokan yang ada di Laboratorium Biomedis Kesehatan di Jakarta dan Laboratorium Kesehatan Provinsi Babel.

Hasil Uji Swab Anggota DPRD Belitung JD Dinyatakan Negatif

Lantaran untuk peralatan ini, sudah dilakukan uji coba dan sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tertanggal 15 Juni 2020 lalu.

Uji coba terhadap akurasi alat tersebut, dengan melakukan pengujian terhadap 5 sampel pasien positif covid-19, dan 10 sampel pasien negatif covid-19.

"Sampel itu di ambil di waktu yang bersama, satu dilakukan pengujian di RSUD ( Belitung) nah satu nya lagi di Laboratorium Biomedis Kesehatan di Jakarta, dan hasilnya sama," jelas Titik kepada Posbelitung.co, Rabu (5/8/2020).

Anggota DPRD dari Belitung Ini Kunker Gunakan Rapid Tes Non Reaktif, Ternyata Swab Positif Covid-19

Untuk alat uji swab tenggorokan di RSUD H Marsidi Judono Belitung, kata dia, sebetulnya sudah ada sejak tahun 2006 lalu.

Setiap tahun alat ini dikalibrasi. Hanya saja untuk alat pengujian swab tenggorokan ini, di sebut dengan TCM.

"Perbedaan nya dengan PCR, itu kalau TCM ini dia sistem nya close sistem menggunakan cartridge. Kalau PCR seperti di provinsi dan Labankes di Jakarta, itu sistem nya open menggunakan reaken, ya istilahnya di luar," ungkap Titik.

Begini Penjelasan Gugus Tugas Covid-19 Bangka Belitung Terkait Hasil Swab Kedua JD yang Negatif

Menurut dia, untuk TCM di RSUD H Marsidi Judono tersebut, sudah mendapatkan lisensi atau sertifikat pemantapan mutu eksternal (PME), lantaran sudah melakukan pengujian akurasi melalui 15 sampel, dengan hasil yang sama dengan pengujian sampel di Laboratorium Biomedis Kesehatan di Jakarta.

"Jadi akurasi nya bisa di bilang 100 persen, dan memang Labbankes di Jakarta itu di tunjuk untuk PME. Jadi memang akurasi nya sama, dan untuk alat TCM ini juga sudah direkomendasikan dan diakui juga oleh kemenkes serta sudah tersebar di seluruh Indonesia," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved